oktaviawinarti.com

Pengalaman Menggunakan Canva: Aplikasi Desain Grafis Gratis

1 comment
Konten [Tampil]
aplikasi desain grafis gratis


Rasanya perkembangan teknologi saat ini makin memanjakan para user online untuk menggunakan berbagai situs atau aplikasi gratis yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun. Nggak heran juga makin banyak orang yang bisa mengembangkan keahlian lewat ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dari para expert atau bahan belajar yang mudah terjamah.

Sebut saja Canva, salah satu situs atau aplikasi desain grafis gratis keluaran tahun 2013 yang mulai merambah di dunia per-desain grafis-an. Saya bersyukur sebab dengan adanya aplikasi desain grafis ini, Saya nggak perlu jiper untuk mendesain sesuatu berdasarkan keinginan Saya dan nggak butuh waktu lama karena ada template yang siap pakai.

Pada kesempatan kali ini Saya mau berbagi nih, Apa saja hal yang sudah Saya lakukan bersama dengan aplikasi desain grafis gratis aka Canva. Sehingga membuat Saya lumayan akrab dengan dunia per-desainan.

Mau tau selengkapnya?Skuy ikuti perjalanan Saya!

Tentang Saya yang Nggak Suka Desain


Sejak jaman mahasiswa Saya bakalan anti banget kalau diminta untuk mengerjakan urusan desain-mendesain. Selain nggak suka, Saya juga nggak jago desain.

Emang desain itu harus dikerjakan sama orang yang jago ya?

Dulu Saya mikirnya begitu. Tapi kalau dilihat-lihat, sekarang banyak juga kok newbie designer yang lahir karena nggak sengaja menyenangi dunia desain.

Selain karena kebutuhan grafis untuk keperluan organisasi atau bisnis, mendesain juga bisa bantu kita untuk merelease emosi. Konon, ketika kita menyorat-nyoret kanvas dengan paduan warna dan bentuk, bisa mendatangkan kebahagiaan alias dopamin untuk kita.

canva pro



Saya percaya setiap orang itu adalah seniman untuk dirinya sendiri. Sebab kita nggak bisa menentukan indah atau tidaknya sesuatu berdasarkan apa yang nampak saja. Ada penginderaan yang hadir juga dalam setiap rasa dan karsa sebagai seorang manusia.

Yap. Itu semua adalah anugerah dari Allah. Semua orang akan jatuh hati pada visual yang cantik, yang enak dipandang mata. Karena sejatinya Tuhan kita indah dan menyukai keindahan. Jadi kita secara tidak sengaja juga akan menyukai keindahan.

Definisi indah di sini beda untuk setiap orang. Karena kita memvisualisasikan keindahan lewat imaji berpikir masing-masing. Dari situlah kreativitas setiap orang akan tergali.

Mendesain itu nggak ujug-ujug bisa. Ada prosesnya. Dibarengi latihan dan dorongan kuat dalam diri untuk bisa mendesain.

Masa iya? Yah dicoba saja. Kata Mbak Hamim dalam kelas Blogspedia Coaching, keahlian mendesain itu tergantung jam terbang. Kalau nggak dicoba dan terus dilatih ya nggak bakalan bisa.

Nah, untuk itu yuklah buat yang nggak suka mendesain kayak Saya. Markicob, mari kita coba untuk menghilangkan tembok berpikir kalau kita nggak bisa mendesain. Kalahkan mindset tersebut dan lampaui batas diri kita.
graphic design for beginner

Akhirnya Tetap Belajar Desain


Sejujurnya waktu SMA Saya sudah dibekali ilmu desain grafis. Tapi pas pelajarannya Saya lebih banyak mengamati teman-teman dan guru Saya yang jago desain.

Tepatnya Saya lebih suka menikmati keindahan grafis yang dibuat oleh tangan-tangan ajaib mereka. Cukup menyenangkan dan bikin Saya berdecak kagum. Daripada harus Saya yang turun tangan untuk mendesain, pikir Saya waktu itu.

Tapi setelah mengenal dunia ini lewat aplikasi desain online gratis dan mau ngulik-ngulik, ada hal yang menyenangkan dan membuat rasa ingin tahu membuncah. Itu karena ada kemauan untuk mengenal fungsi dari fitur-fiturnya sehingga tau cara menggunakannya. Tinggal memainkan imajinasi dan memantik kreatifitas kita lewat pengamatan dan pengalaman yang pernah kita rasakan.

Kenal Canva

Perkenalan Saya dengan Canva dimulai ketika bertanya dengan teman tentang situs desain online gratis. Doi menyarankan Saya untuk membuka canva lewat website.

Waktu itu Saya melihat doi yang sibuk bikin poster acara dengan bantuan canva. Dari situ, Saya mulai juga deh bereksperimen dengan canva.

Tangan Saya masih kaku waktu itu karena belum kenalan sama fitur-fiturnya. Padahal ya, setelah tahu, kita bisa memaksimalkan desain kita jadi lebih indah.

graphic design



Dari tadi ngomongin Canva, tapi sebenarnya Canva itu apa sih?

Hasil penerowongan Saya di mbah gugel adalah bisa dibilang Canva itu merupakan salah satu penyedia aplikasi desain grafis gratis yang dibuat untuk berbagai keperluan. Canva bisa diakses melalui ponsel atau web.

Untuk memulai pertama kali, Saya mencoba membuat desain sederhana dengan menggunakan template yang sudah ada. Setelah itu mengganti beberapa elemen dan mengkombinasikan warna yang Gue banget.

Desain Chapter Beginner

Desain pertama Saya di Canva lumayan banyak, sehingga Saya hanya akan menyematkan beberapa hasil desain yang cukup baik versi Saya. Sedikit banyak akan Saya ceritakan juga proses membuatnya di sini.


1. Kebutuhan infografis dan banner judul di blog
situs desain online gratis
Ini desain paling minimalis yang pernah Saya buat. Ukuran templatenya Saya pakai custom dari Canva yaitu slide presentasi. Cuma ada elemen grafis anak remaja (teenager), teks dengan jenis font 'Bakso Sapi Reguler', backgorund color white dan situs blog Saya yang diberi effect 'background font'.

Saya menyesuaikan warna desain banner atau infografis yang akan Saya buat dengan warna template blog. Biar apa ya, biar nggak meriah aja sih. Soalnya tulisan di blog-nya udah banyak banget, wkwk.

Kemudian untuk infografis, Saya pernah membuat closing statement dengan beberapa penekanan kata-kata di artikel yang Saya beri judul Mbak Etha: Seorang Mualaf yang Hobi Menulis.

gravit designer

Karena ini closing statement, Saya nggak pakai jenis huruf yang keriting aka handwriting. Karena supaya clear maksud yang ingin Saya sampaikan di akhir artikel. Seperti biasa, pakai ukuran template slide presentasi dan warna background putih biar senada dengan template blog.


2.Kebutuhan branding komunitas

aplikasi desain grafis android

Saya baru menikmati indahnya  mendesain ketika berada di masa beralih dari canva free ke canva pro. Lumayan naikin mood mendesain, karena kita nggak dibatasi oleh elemen-elemen yang terkunci karena kita nggak pakai layanan canva pro.

Sehingga kita bisa comot elemen yang dibutuhkan tanpa perlu merasakan sakit karena pada elemen tersebut ada gemboknya. Hehe.

Nah yang di atas itu adalah desain Saya ketika ada project komunitas. Saya menggunakan 3 jenis font berbeda dalam satu poster. Ini pakem yang sudah Saya terapkan agar pembaca nggak terganggu matanya dengan font yang beraneka ragam.

Kemudian Saya memakai template ukuran feed instagram. Memilih gambar background yang senada dengan tema project yang diangkat. Selebihnya seperti foto, elemen-elemen, dan logo adalah pernak-pernik. 

Saya pernah membuat playbook juga loh! Jujurly, ini bermanfaat banget karena Saya merasa kalau playbook cuma tulisan doang bakalan hambar dibaca. Maka butuh visual yang baik dan cantik agar maksud yang ingin disampaikan lewat sebuah buku bisa tercapai.

Playbook yang Saya maksud adalah Playbook Read Aloud Bingo Challenge  yang Saya kerjakan di bulan ramadhan yang lalu.

3. Kebutuhan mengerjakan tugas atau challenge

Ketika bikin tugas komunitas atau ada challenge, Saya biasa menggunakan audio book atau dokumen pdf. Contoh yang pernah Saya buat yaitu membacakan nasihat-nasihat baik untuk buddy Saya di kelas Bunda Cekatan dan membacakan tadabbur ayat.

Semuanya Saya buat di Canva. Mulai dari pemilihan audio, template, elemen-elemen pendukung, pokoknya membantu bangeeet.

aplikasi desain gratis
cover audio book untuk my buddy

website desain online gratis

tugas tadabbur ayat an-naas


4. Kebutuhan jurnal pribadi dan portofolio anak

Canva itu berguna banget buat Saya yang suka nulis jurnal dan portofolio. Tipikal orang yang betah belajar dengan visual pasti ngerasain banget deh manfaatnya. Hoho.

Nah, berikut ini adalah monthly blog planner yang Saya buat sekaligus halaman awal lembar portofolio anak Saya.

aplikasi desain rumah online gratis
Blog Planner

desain grafis online gratis
Jurnal read aloud



Dari keseluruhan desain yang Saya buat ada beberapa elemen yang amat sering Saya pakai dengan kata kunci sebagai berikut: hijab, moslem, washi tape, aesthetic, frame, stabilo, pastel, dan dots.

Hmm...bisa dibilang, Canva itu diary digital yang bisa mempercantik isi tulisan Saya. Jadi nggak nyesel sih buat upgrade  ke Canva pro. Karena kebahagiaan Saya jadi bertambah berkali-kali lipat.

Fitur di Canva


Ada beberapa fitur yang bisa kita maksimalkan ketika sedang corat-coret di Canva. Beberapa akan Saya rangkum berdasarkan pemaparan dari Coach Hamim di kelas Blogspedia Coaching.

1. Canvas

desain grafis online gratis

Sebelum mulai desain, ada lembar kosong yang emang sengaja ada di halaman tampil (home) Canva. Itulah yang akan kita gunakan sebagai tempat untuk berkreasi nantinya.

Seperti canvas pada umumnya, terdapat berbagai pilihan ukuran disesuaikan kebutuhan.

Kalau kita mau buat carousel misalnya, kita bisa tuh pakai ukuran template yang udah ada di canva. Namanya feed instagram. Atau mau buat banner di blog, kita bisa pakai template bawaan canva yaitu banner blog. Begitu seterusnya. Jika ingin membuat ukuran template sesuai kebutuhan, bisa pakai fitur custom size.


2. Dashboard

Pertama, dashboard ini memuat tampilan beberapa template dengan ukuran yang sudah dikostumisasi oleh Canva. Tinggal cap cip cup aja sih karena emang udah custom by design.
Ada menu utama yang menghubungkan kita ke profil serta desain-desain yang sudah kita buat.

Kedua, dashboard ini merupakan meja kerja kita saat akan mendesain. Skuy kita ulik bersama,

  • Template : Pilihan berbagai macam template ready to use sesuai ukuran size canvas yang kita pilih
  • Element : Berisi tentang pernak-pernik elemen berupa garis, shape, dan lain-lain. Kunci dari elemen ini ada di kata kunci.
  • Text : Untuk pilihan font baik jenis dan ukurannya.
  • Galeri : Untuk menghubungkan dengan file yang tersimpan di galery hp kita. Misal gambar, foto, atau video.
  • Upload : Adalah semacam folder yang menampung file-file yang pernah kita pakai dari galeri untuk desain-desain kita sebelumnya.
  • Photo : Gambar-gambar yang disediakan oleh Canva
  • Logo : Logo Brand yang kita punya. Sayangnya hanya bisa berfungsi jika kita menggunakan canva pro.
  • More : Berisi berbagai macam fitur yakni diagram maupun chart serta integrasi dari canva ke beberapa aplikasi lain seperti instagram.

Memulai Desain Pertama

Untuk memulai goresan pertama di Canva, nggak usah risau. Karena cara berikut ini terbukti ampuh untuk Saya bisa berkreasi dengan jari-jari tangan Saya di atas keyboard . Nggak perlu beli kuas ya Sob! Wkwk.

Kurang lebih ada kesamaan dengan tips dari Coach Hamim. Kalau doi bilangnya jalan ninja, kalau saya apa ya? Hmm jalan yang diberkahi saja deh. Hehe

Jadi ada 3 hal yang perlu kita perhatikan agar desain di Canva sesuai dengan harapan kita.

  • Pilih template minimalis atau nggak banyak elemennya. Saya anjurkan begini agar ada ‘ruang’ untuk kita berkreatifitas.
  • Kalau bingung sama format layoutnya, bisa pilih layout yang tersedia di Canva. Ini sangat memudahkan kita agar nggak pusing mikirin peletakan elemen nantinya.
  • Gunakan elemen-elemen yang dibutuhkan. Kalau bisa pakai keyword berbahasa inggris biar hasil yang keluar maksimal.
  • Hias semampu dan sepuasnya. Kemudian save sesuai ukuran dan jenis file yang dibutuhkan.


*PS: Btw Saya udah pakai Canva Pro ya. Maapkan kalau ada yang nggak sesuai dalam tips-tipsnya. Ukuran file itu bisa kita adjust sendiri kalau sudah beralih ke akun canva pro.

Baiklah Sobi, mungkin itu sedikit yang bisa Saya share disini. Semoga ada manfaatnya yaa. Jangan lupa untuk bijak dalam menggunakan aplikasi desain grafis gratis yang memudahkan urusan kita. See ya di next artikel!



Related Posts

1 comment

Post a Comment