oktaviawinarti.com

Hadiah Istimewa untuk Ulat-Ulat Gemoy

Konten [Tampil]

hadiah istimewa


Assalamu’alaykum Sobi! Apakabarnya nih? Semoga sehat dan bahagia :D
Sesuai judulnya yah, Saya akan bercerita bagaimana Saya membuat hadiah istimewa untuk teman belajar di kelas Bunda Cekatan

Bisa dibilang nano-nano rasanya ketika berhasil menciptakan hadiah istimewa ala Saya untuk teman sesama ulat di pekan ke-6 tahap ulat-ulat Bunda Cekatan.

Jadi..pekan ini kami diberi tugas untuk memberi hadiah istimewa kepada teman sesama ulat (penjelajah Hutan Kupu Bunda Cekatan) yang berbeda keluarga rumpun ilmu dan asal regional. Minimal kita bisa kirim hadiah istimewa ke 3 teman ulat aja nih.


HADIAH ISTIMEWA means..

Setelah bincang-bincang tentang QnA tantangan di pekan ini dengan Kunang Iqiq, Saya merasa 'kok ini bahasa cinta Saya banget ya?' (dikasih hadiah) wkwk. 

Coba deh, siapa orang yang akan nolak dikasih hadiah, apalagi itu termasuk kebutuhan bahkan menjadi sesuatu yang kita inginkan? Kalau Saya sih bakalan nerima dan seneng banget! Sobi juga suka kan kalau dikasih hadiah, lebih-lebih gretongan?wkwk.

Balik ke lap-top. Tantangan membuat hadiah ini dimaksudkan untuk memberikan sesuatu yang disukai dan menjadi kebutuhan orang lain. Meskipun itu bukan hal yang kita suka. Kita berusaha untuk mengemas itu menjadi hadiah istimewa yang saat sampai di tangan penerimanya, bisa diterima dengan baik.

Namun, kunang Iqiq menekankan bahwa hadiah yang kita buat bisa saja belum memenuhi ekspektasi penerimanya. Jadi, usahakan jangan baper ketika hadiah itu tidak digunakan olehnya. Kendalikan respon kita, karena kita tidak bisa mengendalikan ekspektasi orang lain.

Kalau dilihat dari 5 pekan belajar di tahap ulat, sepertinya kita sedang diajak belajar saling berbagi ilmu. Memberikan dukungan berupa bahan belajar atau semangat kepada sesama ulat. Mungkin nggak semua orang bahagia saat belajar. 

Mungkin ada sesama ulat yang sedang sakit? sehingga kesulitan mencari bahan belajar. Mungkin ada sesama ulat yang sedang kelimpungan karena ada beberapa prioritas dan belum sempat menengok peta belajar? 

Bisa jadi, tantangan pekan ini menjadi perekat bonding kita sebagai pembelajar. Agar kita nggak melulu belajar sendiri tanpa peduli dengan proses belajar teman kita yang lain. Makanya hadiah istimewa untuk teman sesama ulat ini memiliki insight yang membekas di hati Saya. 


3 Kandidat Penerima Hadiah Istimewa 

Nah, minggu sebelumnya yaitu pekan ke-5 Saya sudah berkenalan dengan 15 orang. Saya berencana untuk menghubungi 3 orang yang Saya anggap sudah mulai intens ngobrolnya terkait perkuliahan maupun kehidupan personalnya.
Hadiah Istimewa



Dari 15 orang, ada beberapa kandidat yang Saya pilih melalui proses perkenalan yang panjang. Saya berencana untuk memberikan hadiah istimewa (potluck/ilmu) kepada Mbak G.N Habibah (Mbak Bibah), Mbak Anjani Lathu Feriesha (Mbak Anjani), dan Mbak Fitriani Sari (Mbak Fitri).

Saya sudah sempat ngobrol dengan ketiga orang itu tentang apa makanan atau ilmu yang sekiranya sedang dibutuhkan.

Hadiah Untuk Mbak Anjani - IP Cirebon Raya


Untuk Mbak Anjani, Ia sedang butuh ilmu tentang inner child. Karena asal keluarganya dari manajemen emosi, masih related banget dengan peta belajar yang sedang ia pelajari di kelas bunda cekatan ini.

Qodarullah, saat itu hati Saya tergerak untuk meramu racikan ini dengan sangat hati-hati. Karena membahas luka pengasuhan bukanlah hal yang main-main.

Saya kepikiran untuk membuat hadiah yang punya kekuatan story telling, karena Saya merasa dengan begitu ada sesuatu yang bisa membekas di hati Saya. Maka Saya merefleksikannya ke dalam sebuah video berdurasi kurang lebih satu menit yang isinya tulisan serta gambar.

Saya senang menarasikan sesuatu. Jadi pada video itu, Saya lebih banyak bercerita dan sesekali menyisipkan ilmu membasuh luka pengasuhan (inner child) yang pernah Saya dapatkan dari seorang terapis.

Saya menikmati perjalanan membuat hadiah itu dengan bahagia. Seperti sedang curhat pada diri sendiri hehe.

Setelah beberapa jam menyiapkan hadiah, Saya langsung mengirimkannya kepada Mbak Anjani.

Saya kirim hadiah tersebut melalui kurir Whatsapp. Harapannya waktu itu, hadiah langsung diterima. Nggak punya ekspektasi lain. Yang penting diterima dan dibuka deh minimal hehe. Doi suka atau enggak, itu urusan nanti.

Setelah sent...Masyaa Allah..dibalas dong sama doi! Senang banget ketika Mbak Anjani bilang kalau menyukai hadiah dari Saya.

hadiah istimewa



Doi terharu karena dikirimi surat cinta itu. Dia bilang hadiah tersebut sangat bermanfaat untuknya. Tabarakallah Mbak Anjani!

Sebenarnya, Mbak Anjani adalah orang pertama yang memberikan Saya potluck, bahkan saat di awal kami berkenalan. Jujur, Saya seneng banget dikasih kejutan dan hadiah.

Dan pada pekan ke-6, ibu kelahiran Cirebon ini juga memberikan Saya hadiah istimewa yang diracik dengan apik dan cantik. Seneng dong dapet sesuatu yang benar-benar sedang Saya butuhkan saat ini.

Saya membuka isi hadiah dari Mbak Anjani sambil mesem-mesem, lha kok pas banget sih sama apa yang Saya butuhkan hihi.

Mbak Anjani ngasih Saya potluck tentang gimana caranya mengelola emosi saat membersamai anak. Nggak nyambung ya sama peta belajar Saya? hehe. Jujurly, Saya merasa lelah banget akhir-akhir ini karena menghadapi Arza yang tantrum setiap hari.

Dari potluck itu, Saya tersadar. Oh iya! Tangki cinta Saya sudah terpenuhi atau belum? Apakah Saya masih menyimpan beban emosi? Yok release dulu sampah emosinya!

Itu yang menyebabkan Saya jadi reaktif dan kurang mampu untuk mengendalikan emosi saat Arza tantrum.

Selain itu, Saya juga perlu sadar nafas alias mindful ketika menghadapi Arza yang sedang ‘sesuatu’. Mbak Anjani memberikan tips sederhana tentang mindful saat mengasuh yang aplikatif untuk Saya. Masyaa Allah makasih banyak mbak Anjani. :”D

Well, dari tukar menukar hadiah istimewa itu, Saya merasa lebih luwes untuk berkenalan lebih dekat dengan Mbak Anjani. Semoga kami dikasih kesempatan buat ketemuan dan ngobrolin banyak hal. Jazakillah khair Mbak Anjani...suka sama potluck-mu.😊


Hadiah untuk Mbak Fitri - IP Bandung


Kemudian, hadiah yang kedua adalah untuk Mbak Fitri. Saya seneng banget nih kenalan sama doi. hehe

Selain karena orangnya ramah dan suka nimpalin chit-chat nggak penting dari Saya, Mbak Fitri yang asalnya dari Bandung ini juga senang berbagi. Doi tergabung di RZ (Rumah Zakat) yaitu organisasi yang fokus untuk menyalurkan zakat, dana kemanusiaan, dan lain-lain yang mendukung peningkatan kesejahteraan umat.

Saya suka sama orang yang punya empati dan kepedulian tinggi terhadap kemanusiaan. Jadi betah banget lama-lama ngobrol sama Mbak Fitri.

Jadi, Saya tahu bahwa Mbak Fitri lagi ngulik soal self awareness karena sudah chit-chat duluan sebelum penugasan ini. Nah, Saya cerita bahwa Saya pernah mengikuti pelatihan self insight awareness.

Dari situ, Mbak Fitri bilang gapapa banget kalau Saya sharing terkait apa laku hidup dan pengalaman yang sudah Saya jalani selama ini terkait self awareness. Ok! bungkus kalau begitu.

Karena Saya lagi suka ngoprek Canva video, sekalian aja nih buatin video untukMbak Anjani. Nggak lama-lama kok, Saya hanya menyediakan waktu kurang lebih satu sampai dua jam untuk meramu hadiah dengan kekuatan hati Saya wkwk apa banget yak.

Tapi beneran deh…Saya kayak lagi merefleksikan hikmah kehidupan pribadi Saya. Sekalian curhat hehe.

Saya mengirim hadiah melalui pesan singkat Whatsapp juga dengan prolog yang kira-kira nggak berharap kalau hadiah itu bakalan disukai Mbak Fitri. Nothing to lose, yang penting sudah memberikan yang terbaik dan Saya bahagia ketika meramu hadiah itu.

Dan......Alhamdulillah Mbak Fitri suka dengan hadiah yang Saya berikan. Masyaa Allah. 
Meskipun waktu mengirim hadiah itu, pesan WA Saya nggak langsung dibalas dan harus menunggu seharian. Hehe

hadiah istimewa



Oiya, Mbak Fitri juga berbalas hadiah dong ke Saya. Doi memberikan Saya potluck tentang Tazkiyatun nafs. Meskipun nggak masuk dalam peta belajar, Saya tetap senang karena ilmu ini bermanfaat banget untuk mendukung mindfulness. Jazakillah khayr Mbak Fitri sudah repot-repot rekaman 50 menit sendiri untuk menyampaikan hadiah lewat podcast. Masyaa Allah.

Saya mau merekomendasikan cemilan sehat ini untuk Sobi semua nih hehe. Isi Podcast Mbak Fitri tentang ringkasan buku "Tazkiyatun Nafs: Penyucian Jiwa Menurut Ulama Salafussalih (Imam Hambali,Ibn Jauziyah dan Ghazali). Silahkan dikunyah-kunyah yaa :D

Hadiah untuk Mbak G.N Habibah - IP Palembang


Mbak Bibah lagi kurang sehat pekan ini. Doi cerita setelah Saya memberikan hadiah istimewa. Ya Allah.. Sobi mau tahu nggak? Perempuan satu ini paling rajin mengamati sesama teman ulat di kelas Bunda Cekatan Batch 3.

Doi suka dengerin cerita bahkan curhatan teman-teman yang sedang butuh bahu untuk bersandar. Banyak banget yang pengen berteman dengan Mbak Bibah. Masyaa Allah..

Saat berchit-chat ria lewat Whatsapp, Saya sempet ngobrolin soal komunikasi asertif. Nah ilmu ini masuk ke dalam rumpun ilmu komunikasi interpersonal. Komunikasi asertif itu seni agar kita bisa berkomunikasi dengan lebih jujur tanpa harus nggak enakan sama lawan bicara kita.

Ndilalah pas Saya tanya ‘ada yang lagi dibutuhin selain ilmu di peta belajar?’. Mbak Bibah jawab adaa yaitu tips komunikasi asertif.

Doi langsung cerita deh kalau sedang butuh ilmu yang aplikatif dan bisa diterapkan dalam kasus yang dialaminya hari itu. (Mohon maaf belum izin sama orangnya, jadi belum berani cerita apa kasusnya).

Tanpa berlama-lama, Saya langsung membuat hadiah untuk Mbak Bibah dengan mempertimbangkan tips dari pakar untuk menerapkan komunikasi asertif. Saya juga menyelipkan hikmah yang pernah Saya jalani untuk menambahkan khazanah pada hadiah video berdurasi 1 menit itu.

Saya kok jadi keranjingan ngoprek sesuatu yang tidak bisa dan tidak suka Saya lakukan ya? wkwk. Tapi kenyataannya kegiatan mendesain dan membuat video itu memang sesuatu yang jadi kebutuhan saat ini. Meskipun Saya nggak belajar begitu detail.

Oke..setelah membuat video, Saya kirim hadiah itu dengan narasi sederhana ala Saya dan menunggu bagaimana respon Mbak Bibah.

Doi bilang “Enak banget langsung saya icipi sajian yang mba masak”. 
Masyaa Allah..semoga bermanfaat ya Mbak! Oiya Sobi, minta tolong doakan kesembuhan untuk Mbak Bibah ya :D


hadiah istimewa


Satu Hadiah Nyempil


Ternyata…masih ada satu hadiah lagi yang nyempil. Jadi ceritanya..pada dini hari ada seseorang yang nge-dm Saya lewat Facebook. Doi nanya kabar dan nanya apa masih butuh makanan a.k.a ilmu yang belum terpenuhi di pekan ini ? Kemudian Saya menjawab adaa. Saya hampir lupa nyari makanan utama karena keasyikan ngasih hadiah ke teman ulat lain.

Singkat cerita, kami pindah ngobrol di Whatsapp, dan orang ini langsung kasih link video tentang mindfulness dalam perspektif Islam. Nggak itu doang, doi juga ngerangkumin isi dari video itu ke Saya. Baik banget yak, mana itu bahasa inggreees :”D

Dahlah..kelar masalah makanan utama Saya karena munculnya orang ini pada dini hari, di saat Saya sedang membuat hadiah untuk Mbak Anjani. Wkwk kok jadi ber-rima ya?😆

Alhamdulillah..Satu insight yang Saya dapatkan dan ngena banget di Saya pada tantangan kali ini adalah:

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda:
“Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR Muslim)

Saya senang dan bahagia karena makanan Saya pekan ini direkomendasikan oleh 2 teman ulat yaitu Mbak Anjani dan Mbak Nissa. YAP! Nama ‘orang ini’ yang Saya maksud adalah Nissa Harahap!
Hadiah istimewa



Hadiah nyempil dari Mbak Nissa ini sejatinya adalah makanan utama Saya. Lapar Saya tertangani berkat bantuan Allah lewat Mbak Nissa. Untuk itu, Saya pun tergerak untuk membalas dengan hadiah yang sedang doi butuhkan.

Doi lagi butuh ilmu tentang Pendidikan PAUD, spesifiknya pendekatan dengan Reggio Emiliia. Jujurly, Saya nggak begitu tahu tentang ini. Tapi karena Saya punya mbah google, langsungg cuzz aja cari sumber ilmu yang kredibel. Saya menemukan bahwa reggio emillia ini lumayan unik yaa.

Saya pun terpikir untuk menghadiahkan Mbak Nissa e-book kumpulan ide main DIY yang pernah Saya dapatkan dari Konferensi Ibu Pembaharu. Lumayan banyak yang bisa di-ATM dan ada esensi bermainnya juga. Selain itu, Saya keidean memberikan e-book yang isinya tentang Tips Bahagia Membersamai Anak Bermain + ada lembar jurnaling-nya juga.

Satu lagi! Saya merekomendasikan salah satu event pesta boneka yang terkenal di Jogja. Namanya Papermoon Puppet. Bisa jadi bahan inspirasi membuat kegiatan seru bareng anak-anak juga! hehe

Semoga bisa bermanfaat untuk Mbak Nissa yang sedang fokus untuk merancang kurikulum belajar anaknya.

Setelah membungkus hadiah tersebut, Saya langsung memberikannya kepada Mbak Nissa. Dan voilaaa! Mbak Nissa bilang kalau doi suka banget sama hadiahnya. 

hadiah istimewa


Doi balesnya malem banget hoho. Jadi Saya nggak langsung respon dan melanjutkan chat Whatsapp keesokan harinya. 

So far, meracik, meramu, dan membungkus hadiah istimewa untuk teman ulat menjadi tantangan sekaligus kesenangan tersendiri bagi Saya. Saya senang berbagi insight kepada orang lain, terlebih kalau itu bermanfaat untuk mereka. Saya jadi tambah bahagia. Masyaa Allah.

Next, pada jurnal ini Saya akan menuliskan ringkasan mengenai makananku pekan ke-6 yaitu tentang Mindfulness. (Ada re-schedulling pada peta belajar karena Saya merasa masih perlu mendalami ilmu ini)


Makananku Pekan Ke-6


Sumber Ilmu

www.yaqeeninstitute.org / YouTube Channel Yaqeen: How To Be an Mindful Muslim dan Resume Sharing Session Keluarga Manajemen Emosi - Regulasi Emosi 1

Kenapa Saya memilih sumber ilmu ini untuk Makanan Saya Pekan ini?

Saya memilih ini sebagai makanan pekan ke-6, agar waktu Saya produktif dengan fokus dalam melakukan aktifitas. Setelah pekan ke-5 belajar mengelola distraksi dan fokus, kali ini Saya ingin memperdalam ilmu tentang mindfulness dalam kacamata Islam.

Jazakillah khayr Mbak Nissa dan Mbak Anjani yang sudah memberikan makanan selezat ini untuk Saya! Tabarakallah! :")

Poin Menarik dari Sumber Ilmu

Bagian paling menarik dari ilmu ini adalah bagaimana cara kita mengkoneksikan hati, jiwa, dan raga dalam mengerjakan setiap aktifitas secara sadar. Setiap aktivitas dalam Islam selalu dikaitkan dengan ibadah, karena dengan begitu kita akan mendapat ridho dari Allah baik di dunia dan akihrat.

Mindfulness secara istilah adalah keadaan mental dimana kita memiliki kesadaran terhadap apa yang sedang kita kerjakan saat ini. Hal itu bisa dicapai dengan fokus. Menghadirkan diri secara penuh dan sadar utuh.

Mindfulness juga diartikan dengan kemampuan untuk memilih mengikuti atau tidak mengikuti pikiran dan keinginan kita. Pada dasarnya, kitalah yang mengontrol setiap respon dan tindakan kita.

Penelitian telah menunjukkan bahwa berlatih mindfullness dapat mengurangi stres, sikap reaktif, depresi, dan kecemasan. Selain itu, jika kita sering mempraktekkan mindfulness, niscaya akan meningkatkan daya ingat, fokus, hubungan pribadi, serta empati dan kasih sayang. (Sumber: Asosiasi Psikologi Amerika)

Praktik mindfulness dalam Islam dapat dilatih melalui dzikir (termasuk Shalat) serta penyucian jiwa (tazkiyatun nafs). Kalau dalam ilmu kontemporer, kita biasa mengenalnya dengan istilah meditasi.

Dalam konteks Islam, mindfulness lebih dikenal dengan Muraqabah. Sebuah pendekatan yang disampaikan oleh Syeikh Abdul Qadir Jailani dan memiliki 4 aspek :
  1. Mengetahui dan menyadari keberadaan Allah (sadar bahwa kita selalu diawasi olehNya)
  2. Mengetahui bahwa iblis atau setan adalah musuh yang nyata (yang selalu menjebak dan membisiki kita kejahatan)
  3. Mengetahui kapasitas jiwa untuk cenderung mengikuti pada bisikan setan (kejahatan), atau menjadi diri sendiri (pilihan hati kita yang cenderung pada kebaikan)
  4. Mengetahui bahwa semua perbuatan harus diniatkan karena Allah.
Jika kita berada pada keadaan muraqabah, berarti kita selalu waspada dan sadar bahwa Allah sedang bersama dengan kita. Kita terkoneksi dengan Allah, baik itu dalam hati, pikiran, dan tubuh. Maka kita akan cenderung melakukan yang terbaik dalam aktivitas kita.

Kita merasa aman (karena diperhatikan oleh pencipta) secara lahir dan batin. Akibatnya, kita akan punya perhatian dan kepedulian yang lebih besar terhadap pikiran, tindakan, perasaan, dan keadaan jiwa kita.

hadiah istimewa



Muraqabah memiliki dampak yang baik di dunia maupun akhirat. Kita akan hidup dengan tenang, nggak grasa-grusu, dan puas terhadap pekerjaan kita selama di dunia. Serta mendapatkan ketenangan dan bahagia kelak di surga.

Cara paling ampuh agar kita cepat switch dari distraksi dan tetap fokus dalam menjalankan aktivitas adalah dengan sering-sering mengingat Allah/Dzikrullah. Dalam shalat pun kita diwajibkan jeda dari kehidupan duniawi. Kita fokus menghadap Allah yang menyeru untuk bertemu dalam 5 waktu.

Maka, seorang muslim yang diperintahkan sholat 5 waktu itu semacam di-charge jiwanya. Kita diam, khusyuk, fokus dengan gerakan dan bacaan shalat. Dan itu pasti lebih tenang.

'Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu'

Allah mengerti bagaimana memperlakukan hambaNya. Aktivitas 24 jam tanpa shalat hanya akan membuat jiwa kita penat. Dengan perintah shalat, sebetulnya Allah sedang menolong kita. Yang mungkin tadinya kita sedang di puncak amarah, setelah shalat jadi lebih tenang lagi. Yang tadinya capek, jadi bergairah lagi, dan yang tadinya gundah jadi semangat lagi. Masyaa Allah, syariatNya penuh hikmah ya! 😀

Apakah sumber ilmu ini layak direkomendasikan?

Sangat layak dan rekomen banget buat kita yang masih galau mau pakai cara apa untuk praktekin mindfulness. Karena banyak banget ternyata pendekatan mindfulness itu dan yang paling aman sih gunakan pendekatan Islami kalau kita seorang muslim. 

Last But Not Least

Kayaknya nggak adil kalau Saya hanya bercerita tentang mereka yang dapat hadiah dari Saya. Saya juga ingin menuliskan nama teman-teman ulat yang memberikan Saya hadiah tapi Saya yang nggak bikinin mereka hadiah. #parahbanget wkwk mohon maaf ya teman-teman. Semoga kalian dapat pahala yang banyak karena sudah rela berbagi.

1. Fitri Kartini - IP Semarang

Padahal kami sering chit-chat di Whatsapp dan nanya kabar masing-masing. Mbak Pipit juga ngasih Saya potluck yang bersumber dari hajatan besar di keluarganya, yaitu keluarga manajemen waktu domestik dan publik.

Qodarullah, Saya baru menyimak video rekaman zoom-nya senin dini hari Huaaaaa... padahal Mbak Pipit ngirim hadiah itu hari kamis siang. Dan itu masuk ke peta belajar Saya. #NgerasaBerhutangJadinya :"D

Sebenarnya, aturan main di tantangan kali ini memang memberikan hadiah kepada orang yang beda regional, beda regu, dan beda keluarga. Tapi waktu itu, entah kenapa Saya mau nanyain gimana proses Mbak Pipit belajar di keluarga manajemen waktu domestik dan publik. Terus kita jadi tuker-tukeran sumber belajar. Kayaknya waktu itu belum ada QnA aturan main dari Kunang Iqiq deh, jadi yaa bebas aja gitu..

Jazakillah khayr Mbak Pipit cemilannya sesuai peta belajar banget. Kusuka sekali 😊

2. Warosatul Anbiya - IP Jakarta

Mba Rosa ngasih potluck tentang Tips pengasuhan anak dari Kak Erlan Iskandar. Saya belum buka potluck-nya karena takut khilaf. Hehe Insyaa Allah akan Saya buka di waktu yang tepat. Thanks Mbak Rosa potlucknya!

3. Gemell Prima - IP Bekasi

Sejujurnya.. Saya baru kenal Mbak Prima hari ini. Doi kirim e-mail tanpa menghubungi secara langsung. Masyaa Allah.. tapi kok tahu alamat e-mail Saya :"D

Jadi penasaran...hehe. Potluck Mbak Prima berisi tentang cara meningkatkan produktifitas. Wah sesuai dengan tema belajar Saya juga nih! Makasih ya Mbak Prim.

4. Rokhima - IP Pasuruan

Kalau Mbak Rokhima kenal Saya dari chat FB. Kami belum begitu kenal akrab, hanya menyapa sesekali dari beranda FB. Doi ngasih potluck jurnal habit tracker selama ramadhan. Waaah menarik sih ini. Kebetulan Saya belum punya ekeke. Jazakillah khayr Mbak Hima!

Alhamdulillah..jadi itu cerita perjalanan di pekan ke-6. Nano-nano dan menantang abeez! 

Saling memberikan hadiah istimewa itu ternyata menyenangkan! Meskipun kita belum kenal secara langsung, tapi kita bisa berbagi manfaat dan semangat sebagai sesama pembelajar.
Semoga bukan di kelas buncek aja bisa kenalannya hehe. Soon, bisa saling silaturahim dan menjodohkan anak masing-masing #lhah wkwk candaa.
Ambil baik-baiknya aja ya Sobi! Wassalamu'alaykum 😊


Related Posts

Post a Comment