oktaviawinarti.com

Pentingnya Personal Branding Untuk Blogger: Me vs Me

1 comment
Konten [Tampil]
pentingnya personal branding

Pada kesempatan ini, Aku mau sharing tentang pentingnya personal branding untuk blogger. Khususnya personal brandingku (PB) sebagai Momblogger. Tapiiiii nggak ujug-ujug sih. Aku bakalan ceritain separuh perjalanan hidupku di sini sampai akhirnya membulatkan tekad untuk menjadi seorang blogger dan value added yang lain berdasarkan peranku saat ini.

Udah gatel banget sebenernya mau nulis di blog ini lagi. Berhubung Aku sakit selama dua mingguan, jadi nggak sempat untuk nulis atau ngutak-ngatik blog. Tiap mau buka laptop dan ngetik tuh keliyengan. Masyaa Allah, bersyukurnya Aku masih bisa ngejurnal hampir tiap hari. Isinya mah curhat tentang apa yang Aku alami dan sedang Aku rasakan. You know why? Untuk release emosi dan nggak nyimpen sakit ini sendirian. Minimal ada hal yang bisa Aku baca ulang dan jadi pelajaran di masa mendatang. Hehe

Well, Aku mau mulai dari status keberperananku saat ini.

Ada peran yang memang itu melekat secara alamiah pada diriku dan ada juga peran yang memang sengaja Aku pelajari sebagai pembuktian diri. Apakah Aku bisa tumbuh dan berkembang, kemudian mampu memberikan manfaat serta dampak dengan peranku saat ini?

Pertanyaan itu akan selalu bertambah dan tentunya akan membuatku terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Aku nggak tahu apakah PB yang sengaja Aku buat ini akan terus melekat di diriku atau bertambah atau berganti lagi. Karena Aku percaya manusia itu dinamis banget tergantung fase kehidupan yang dijalaninya. Jadi..amannya Aku membranding diri by default (sebagai makhluk-Nya) dan membranding diri berdasarkan peran spesifik yang sedang Aku jalani saat ini.

Daripada lama bridgingnya, kita cuzz aja yah! :P

Me and Allah


pentingnya personal branding untuk karir
Kata orang, makin tua umur, kita jadi makin bijak memaknai suatu peristiwa. Buatku sih itu nggak berlaku. Karena tolak ukur bijaknya seseorang bukanlah umur, tapi bekal dan pengalaman.

Pengalaman adalah guru berharga. Karena dari pengalaman, kita jadi bisa mengukur sesuatu bukan berdasarkan teorinya aja. Tapi lebih komprehensif dari itu, kita jadi tahu celah suatu peristiwa. Tahu kapan harus bertindak dan mampu menempatkan diri.

Pengalaman itu mahal. Maka kita perlu banget untuk mempraktekkan atau membuktikan sesuatu dengan mengalaminya lebih dulu. Dalam hal ini, bukan sesuatu yang berlabel “negatif” yaa.

Allah itu kan dzat yang Maha menentukan dan memutuskan segala perkara. Maka perlu penyikapan kita sebagai makhluk untuk mengimani benar apa yang Allah gariskan kepada kita. Kita perlu mengambil sebab ‘takdir itu’ sebagai cara kita untuk bertawakal terhadap keputusanNya.

materi personal branding

Sebenarnya Aku mau mengarahkan Sobi kepada satu hal, yaitu menjadi sebaik-baik hamba dengan terus ‘membaca tanda-tanda’ di alam semesta ini. Termasuk soal konspirasi kelahiran kita di dunia. Yang mana itu adalah qada dan qadrNya.

Manusia itu kan ada banyak ya jumlahnya, tapi nggak ada satupun yang identik. Allah menciptakan kita dengan keunikannya masing-masing. Maka kita perlu banget untuk fokus sama kelebihan dan keunikan kita sebagai makhluk.

Setiap makhluk punya peran spesifik yang disematkan padanya sejak lahir di bumi. Maka tugas kita adalah menemukan dan mengembangkan peran itu jadi suatu hal yang mendatangkan manfaat dan dampak untuk kehidupan pribadi dan sosial kita.

Berkenaan dengan personal branding, peran spesifik ini bisa jadi melekat sebagai ciri khas kita sebagai hambaNya Allah. Allah pengen kita jadi apa sih di dunia ini?

Pernyataannya malah kebalik ya. Kenapa Aku nggak memilih diksi “Aku pengen jadi ina inu ina inu di dunia ini”, tapi malah memilih “Aku pengen jadi yang Allah mau”? Menurutku, ketika kita bisa jadi seseorang yang Allah inginkan, kita bisa jadi apa aja. Karena Aku yakin banget, kita itu makhluk multipotensi. Potensi kita itu banyak. Cuma kalau nggak ditemukan dan diasah, kita bakalan jadi medioker aja.

Maka penting banget nih di poin awal untuk mengenali siapa pencipta kita dan apa yang Dia inginkan dari kita. Kemudian baru deh kita jabarkan lebih detail seperti apa peta perjalanan hidup yang akan kita tempuh.

Me and My Dream


Perjalanan mengenal diri ini nggak bisa instan. Katanya sih prosesnya sepanjang hidup. Jadi…dari pada pusing mikirin Aku mau jadi apa, Aku memasang target jangka panjang menjadi pembelajar seumur hidup dan menjadi sebaik-baik manusia. Dan sebaik-baik manusia itu adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Itulah mengapa, blog ini jadi jembatanku untuk menjadi sebaik-baik manusia. Lebih lengkapnya bisa baca Alasan Dibalik Adanya Jendelanya Okta.

Kayaknya kok normatif dan b aja gitu ya? Setelah berkontemplasi dan connecting the dots, memang itulah formula yang membuatku bisa hidup tenang di dunia dan (insyaa Allah) di akhirat.

cara membangun personal branding

Menjadi sebaik-baik makhluk juga nggak bisa dipisahkan dengan makna tauhid (mengesakan Allah). Karena dengan kita meyakini Allah yang satu, kita akan menyadari bahwa kepentingan kita dengan Allah jauh di atas segalanya. Kita menjadi sebaik-baik makhluk untuk siapa? Untuk kebaikan diri kita sendiri, karena kita ingin ‘pulang’ dalam keridhaan Allah.

Memang yaaa. Nggak bisa deh kita mengaku superior atau ekspert di suatu bidang kalau bukan karena izin Allah. Karena kita hanya dititipkan ilmu dan wawasan untuk dipertanggungjawabkan nanti (di akhirat).

Inilah yang menjadi landasan mengapa akhirnya Aku lebih legowo ketika harus memilih “menjadi seperti yang Allah inginkan” bukan “menjadi seperti yang Aku inginkan”.

Me and My Life


Aku pernah spill beberapa hal tentang “sosok” pembaca Jendelanya Okta. Sejujurnya itu adalah refleksi dari orang-orang yang mendekat di kehidupanku. Sobi bisa mampi ke Sobinya Okta: Hidayah.

Kehidupanku bisa dibilang mirip hutan belantara. Aku bisa berada di titik manapun tanpa Aku tahu dan Aku cuma punya satu pedoman agar mengerti arahku saat ini, yaitu kompas.

Hanya ada dua hal dalam kehidupan ini, yaitu baik-buruk, perintah-larangan, halal-haram, teman-musuh, benar-salah, nggak ada yang abu-abu. Penting untuk Aku memahami kompas kehidupanku supaya Aku mengerti harus bergerak ke arah mana saat ada permasalahan.
poin utama dalam personal branding adalah
Maka Islam adalah pedomanku, kompas hidupku, agar Aku mengerti bagaimana mengendalikan kehidupanku. Dan Aku perlu peta supaya road-map-hidup semakin jelas dan terarah, yaitu Al-Qur’an.

Di blog ini ada satu label yang jadi andalanku dalam menulis. Aku banyak terinspirasi dari hikmah kehidupan yang bisa dibilang biasa terjadi dalam keseharian. Aku merasa perlu menuliskannya sebagai media mengalirkan ide dan gagasanku tentang hal itu.

Terkadang terselip makna dari satu atau dua kata yang terlintas dari tulisan atau lisan seseorang. Dan Aku merasa terganggu dengan itu. Demi mengurangi benang kusut di kepala, Aku coba menuntaskannya dalam tulisan. Merangkai pemikiran yang perlu dan tidak perlu untuk dilanjutkan.

So far, ini membantuku untuk fokus pada solusi, bukan pada masalah. Membuatku lebih berkesadaran untuk mengambil pelajaran baik dan menjadikan yang buruk itu sebagai alarm untuk diri.

pentingnya personal branding di era digital

Me as a Mom


Sebagai perempuan Aku merasa perlu untuk menuliskan 3 hal ini. Jadi, ada 3 roles yang disematkan khusus bagi akhwat (perempuan) yaitu:
  1. Mar’atus Shaliha (wanita shaliha)
  2. Zaujatu Muthi’ah (istri yang taat)
  3. Ummul Madrasah (bunda peradaban)
Menjadi ibu berarti Aku sudah berada di step ketiga. Yang jadi highlight-nya adalah Aku perlu memantaskan diri agar bisa menjalani peran ketiganya dengan baik.

Caranya dengan belajar di lingkungan yang semakin menguatkan peran spesifikku. Aku bisa menemukan “Aku” dan menjadi diri sendiri ketika berada di tempat bertumbuh yang tepat.

pentingnya personal branding di sosial media


Aku menamainya dengan ekosistem. Kalau kita punya ekosistem yang baik untuk mengembangkan minat, meningkatkan kapasitas diri, dan menguatkan peran kita dalam kehidupan bermasyarakat, maka kita berada di pilihan yang tepat.

Menurutku penting untuk punya lingkungan yang kondusif, jadi kita nggak buang banyak waktu untuk hal-hal yang kurang esensial. Karena kita tahu bersama kalau waktu di dunia ini terbatas.

So, sebagai ibu Aku merasa perlu meningkatkan kapasitas diri agar ketiga role yang sudah by default tersemat dalam diriku sebagai perempuan bisa dijalankan dengan baik dan benar. Dengan bergabung di komunitas Ibu Profesional dua tahun terakhir, Aku merasa punya rumah untuk tumbuh dan nggak malu untuk menunjukkan kilauku.

Untuk mengembangkan kemampuan menulisku, Aku berlatih menulis setiap hari di Klub Literasi Ibu Profesional. Nggak sampai situ, Aku mengambil short course untuk mempelajari teknik kepenulisan di tempat lain.

Dan yang related dengan bahasan kali ini juga, yaitu berusaha untuk mengedarkan karya lewat media digital yaitu blog. Aku merasa sangat terbantu karena bisa bergabung dengan Blogspedia Coaching. Ilmu yang diberikan oleh Coach Ririt dkk sangat bermanfaat untuk keberlangsungan blogku di masa depan. Aku jadi tahu hal-hal basic yang perlu dikuasai seorang blogger. Nggak cuman nulis doang.

My Personal Branding


Hampir semua tulisanku di blog ini membahas segala hal dari perspektifku sebagai perempuan, istri, dan ibu. Ditambah Aku sangat mengagumi Islam sebagai deen-ku. Maka tulisanku nggak jauh-jauh dari itu semua.

Jujurly Aku mau nulis ini sebagai personal brandingku:

Hamba Allah | Mom Blogger | Content Writer | Writerpreneur | Altruism by Default | Instinc | Aktifis | Self Development Enthusiast | Self Awareness Enthusiast | Pengeja Hikmah


Maruk amat yaaak! XD Eh tapi ini adalah refleksi tentang “diriku” selama ini. Nggak ngadi-ngadi hihihi.

Kalau kata Kang Ugi perlu personal branding yang Aku banget dan kalau bisa spesifik biar kita makin dikenal orang. Pusing Aku tuh mikirnya kalau gini. Hahaha

Namun Aku menyadari dari narasi panjang kali lebar di atas, Aku lebih sreg dengan “Pengeja Hikmah” karena ini yang konsisten Aku lakukan sampai saat ini. Hampir setiap peristiwa dalam hidup jadi pelajaran yang berarti buatku.

Jadi….inilah personal brandingku (saat ini).


pertanyaan tentang personal branding


Pentingnya Personal Branding Untuk Blogger


pentingnya personal branding bagi mahasiswa

Setelah berbusa-busa menceritakan perjalananku menemukan PB, Aku mau kasih closing statement nih tentang pentingnya personal branding untuk blogger.

Menurut Kang Ugi, inilah manfaat pentingnya PB bagi blogger:
  • Memperkenalkan dan memperkuat citra diri kita sebagai blogger
  • Memudahkan orang lain untuk mengingat diri kita (lewat niche atau tema blog)
  • Memfokuskan diri pada tujuan yang ingin dicapai
  • Memperluas jaringan (networking)
  • Meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan diri
  • Menambah value dan keyakinan orang lain tentang diri kita
Kalau buatku, personal branding ini jadi penting banget untuk membuktikan bahwa kita itu terlahir dengan potensi yang menakjubkan dari Allah dan perlu untuk kita latih dan asah agar nyata keberperanannya dalam hidup.

Kita bisa membangun personal branding dengan mulai mengenali diri sendiri. Karena kalau kita nggak mengenali diri sendiri bakalan sulit untuk menentukan “mau dikenal sebagai apa” diri ini.

Kalau kita aja kesulitan mendefinisikan diri sendiri, apa kelebihan dan kekurangan, apa nilai atau prinsip yang kita pegang, karakter diri yang ingin kita kembangkan, apa yang ingin kita perlihatkan secara konsisten, gimana orang lain akan mengenal kita?

Perlu kita ketahui bersama kalau personal branding terdiri dari 5 komponen yaitu value (nilai unggul diri), skill (keterampilan), behavior (perilaku positif), appearance (penampilan), uniqueness(ciri khas), dan authentic (original).

Pada intinya kelima komponen ini yang akan membedakan kita as individu yang punya masing-masing keunikan dan kelebihan. Jangan takut untuk jadi beda ya Sobi!

Sebagai blogger, kita juga perlu aware dengan strong why kita nge-blog. Karena itu akan jadi bahan bakar utama supaya kita tetap bertahan di pusaran media digital yang makin deras arusnya.

Jangan kasih kendor. Konsisten untuk membangun personal branding dengan menjadi pembelajar mandiri. Merdeka belajar dari segala sumber belajar. Seperti mengikuti pelatihan, course, melibatkan diri menjadi volunteer di bidang yang kita pilih, bergabung dengan komunitas untuk memperkuat networking, dan berkolaborasi.

Semoga ikhtiar kita bisa menjadi pemberat amal kebaikan dan mendapat keridhaan dari Allah di dunia maupun di akhirat.

So, itulah cuap-cuap seputar pentingnya personal branding untuk blogger. Barangkali ada yang tertarik untuk menambahkan atau menanggapi ceracauku kali ini di kolom komentar? :P


Related Posts

1 comment

  1. poin pertama ngena banget tuh mba okta
    umur bukan patokan bijak atau tidaknya seseorang mensyukuri kehidupan

    Btw personal branding untuk blogger memang perlu walaupun step by stepnya terkadang beda dengan yang lainya.

    salam kenal and sukses selalu

    ReplyDelete

Post a Comment