Tantangan 30 Hari Day 28 - Tahap Kepompong Kelas Bunda Cekatan

tahap kepompong



Ceritaku Hari Ini

Kamis, 21 April 2022 | Jurnal Kepompong Day 28

Sejujurnya Saya kangen mau ngoceh panjang lebar di jurnal harian ini. Namun ada tuntutan prioritas yang harus segera tertunaikan dan nggak bisa ditunda-tunda. 

Saya menyadari skill memasak Saya perlu ditingkatkan agar makanan yang tersaji nggak itu lagi itu lagi. Kadang ada perasaan bersalah karena Saya mager nyari resep baru biar Pak Suami dan Arza merasakan kelezatan racikan makanan ala Saya dan nggak perlu beli (kalau kepepet).

PR banget buat Saya menuntaskan satu per satu persoalan tentang 'diri sendiri'. Memang sih nggak pinter masak, tapi kan ada keluarga yang butuh dipenuhi hak perutnya. Saya lagi nggak ngomong kalau 'wanita itu wajib bisa masak' ya. Intinya, soal manajemen rumah tangga itu jadi amanah Saya. Termasuk urusan dapur.

Pak Suami sering bantuin juga kok. Tapi kan ada yang lebih prioritas daripada memasak. Jadi ekspektasinya dia juga nggak ketinggian soal apa yang ada di meja makan. Hmm kok jadi bahas masak-memasak?

Seperti yang pernah Saya katakan di awal T30H, Saya selalu menentukan 3 prioritas utama dalam satu hari supaya Saya bisa dapet tuh esensi dari 20/80-nya pareto. Fokus mengerjakan 20% dari hal yang kita suka, bisa melakukannya, dan membuat kita bahagia.

Nah, agenda menulis, memasak, dan bermain bersama Arza selalu menjadi TOP 3 dalam skala prioritas Saya tiap harinya. Kayaknya hampir semua jurnal Saya isinya 3 prioritas tersebut. Memang nggak terlalu detail Saya jabarkan karena timing untuk nulis jurnal ini juga terbatas huhu.

Di hari ke-28 ini Saya merasa kegiatan menulis, memasak, dan membuat ide bermain bisa dikombinasikan. Saya baru nyadar sekarang T_T!

Sebenarnya Saya bisa mengelaborasi ketiganya. Kegiatan bermain bisa ditulis menjadi satu artikel seperti #IdeBermain Bookish Play Nabi Muhammad yang Saya tulis di hari ke-27.

Mungkin karena Saya sempat ada disorientasi ketika membuat blog planner, yang entah mau diisi apa per minggunya jadi Saya kelimpungan mencari ide.

Next, Saya nggak mau membatasi kreativitas Saya dalam menulis. Karena T30H ini Saya jadikan latihan untuk membentuk kebiasaan baru bukan menjadi beban untuk menghasilkan tulisan yang disukai orang lain. Mohon maap kalau ada bumbu-bumbu curhatnya ya Sobi.

Seperti cerita di hari ke-27, Saya begadang (nggak tidur karena terbangun jam 22.00 WIB).

Sebenarnya Saya begadang untuk hal-hal yang termasuk prioritas. Riset bahan tulisan dari malam sampai pagi. Bukan risetnya yang lama, bikin desainnya itu loh yang lama. Huhu.

Kemudian biar Saya nggak spanneng, Saya jeda dengan cari referensi baju lebaran (buat dikasih ke ortu). Lumayan bikin pusing. Bukannya bikin seneng malah pusing liatin harganya. Wkwk

Nah seperti biasa, jam 3 pagi Saya bersiap-siap untuk masak makanan sahur. Saya cuma masak telur ceplok, udang crispy, dan tempe goreng kayaknya. Seret amat yak. Akhirnya pakai jurus kuah indomie lagi deh. #tobatyuk

Tantangan Puasa Hari Kedua

Tantangan untuk nggak scrolling medsos itu berat buat Saya. Tapi namanya tantangan harus dihadapi kan? Ehe. Pagi sekitar pukul 6 Saya membulatkan tekad untuk benar-benar memfokuskan diri mengerjakan seluruh agenda hari ini tanpa melirik layar HP. Saya setting durasi di aplikasi selama 6 jam 30 menit. Seluruh aplikasi bakalan otomatis kekunci dan Saya bakalan mati kutu alias nggak bisa berkutik kalau tiba-tiba ada hasrat mau buka medsos. Skakmat di awal.

Dan akhirnya..Saya berhasil melalui tantangan ini. Yuhuuu!

bunda cekatan

Ngapain Aja Hari Ini ?

Sedari pagi Saya sudah bersih-bersih, kemudian mengajak Arza bermain.

Lebih banyak aktifitas fisik seperti main lempar bola dan kejar-kejaran. Setelah bermain itu rasanya Saya pusing sekali. Ingin rebahan.

Meskipun begitu Saya kudu nyuapin Arza yang lagi doyan makan. Nggak apa-apalah, Saya tunda dulu tidurnya.

Melihat Arza yang sedang ceria hatinya, Saya keidean untuk membacakan buku secara nyaring alias read aloud. Doi antusias sekali dan membolak-balikan halaman buku dengan mata berbinar-binar. Tapi setelah itu..energi Saya makin melemah. Sepertinya Saya harus tidur sebentar.

Mengingat Pak Suami sudah berangkat kerja, Saya takut sesuatu terjadi kalau Arza Saya tinggal tidur. Hmm. Galau sih waktu itu. Tapi Saya paksa melek. Kadang Saya tertidur 10 menit, 5 menit, 15 menit. Karena Arza mengguncang-guncangkan tubuh Saya, Saya jadi terjaga lagi.

Karena ngantuknya semakin menjadi-jadi, Saya memutuskan untuk membaca buku. Satu-satunya hiburan yang gadget-free. Saya memilih buku berjudul Ayah karangan Andrea Hirata. Lumayan bikin mata melek dan bikin cengengesan karena lucu.

Saya kepikiran mau baca buku karena ba'da subuh nulis jurnal sambil mendenganrkan podcast ngobrolin buku dari Klub Buku KLIP. Lumayan seru karena mendengarkan teman-teman bercerita soal buku yang mereka baca tiap bulannya.

Tetoret, pukul 13.00 WIB Saya punya kesempatan buat buka medsos. Waktu yang Saya tunggu-tunggu sebenarnya.

Awalnya Saya ceki-ceki grup. Udah ada setumpuk chat yang kudu dibaca. Qodarullah, Saya balesin satu-satu chatnya. Terutama yang ada hubungannya dengan amanah.

Kelar balesin chat grup, Saya nelfon Pak Suami untuk nitip daftar belanjaan yang harus dibeli. Kemudian, Saya melirik ke deretan chat lainnya. Ada satu kontak yang jarang muncul di notifikasi WA Saya.

Wahhh..ternyata dapet pesan dari guru bahasa inggris SD Saya! Senang rasanya ditanya kabar dan diberi wejangan olehnya. Udah kaya ibu sendiri :"

Saya bercengkrama lumayan lama, sampai nggak terasa sudah pukul 15.30 WIB. Akhirnya Saya mengakhirkan chatting dengan beliau.

Saya langsung mematikan notifikasi medsos lagi. Waktu yang ada Saya gunakan untuk menulis resume blog yang Saya publish hari ini  ke FB post.

Pas kebetulan masih di beranda FB, Saya dapet notif ada IPEDIA TV lagi siaran langsung program This is Me. 

Saya pun menontonnya sembari mengisi waktu luang. Lumayan emosional (sampe nggak kuat nahan tangis), karena bahasannya soal depresi. Hmm. Saya sambi beres-beres dapur dan memasak takjil untuk berbuka.

Malamnya setelah berbuka puasa, Saya baru kepikiran mau nulis di blog tapi kok nggak mulai-mulai, malah ke-distrak dan ujung-ujungnya ketiduran karena ngelonin bocil.

Insight

Banyak hal yang bisa Saya lakukan ketika notifikasi HP nggak menyala. Perlu kesadaran dan kesabaran untuk nggak sesekali nengok ke layar HP. Aplikasi yang Saya unduh di playstore gugel sangat memudahkan Saya untuk tetap fokus. Setidaknya bertahan selama setengah hari untuk nggak mantengin medsos.

Dan aktifitas menulis jadi sesuatu yang membahagiakan buat Saya. Meskipun belum berhasil posting di blog hari ini. Saya nggak berkecil hati , Saya masih bisa nulis di FB post tentang tulisan yang baru Saya selesaikan di blog. 

Badge: Very Good

tahap kepompong



0 comments

Terimakasih sudah berkunjung di blog Saya. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar.