oktaviawinarti.com

Tantangan 30 Hari Day 27 - Tahap Kepompong Kelas Bunda Cekatan

Konten [Tampil]

 

tantangan 30 hari

Ceritaku Hari Ini

Rabu, 20 April 2022 | Jurnal Kepompong Day 27

Qodarullah, hari ini bisa bangun lebih pagi yaitu jam 02.30 WIB. Sahur seadanya pakai telur dadar gosong dan mie kuah. Kalau mager bikin sayur pagi-pagi tuh begini jadinya, makan pakai kuah mie. 

Ba'da subuh Saya ceki-ceki WA grup komunitas terkait amanah yang belum tuntas. Btw Saya mulai membiasakan buka WA selesai makan sahur atau ba'da subuh untuk mengecek aktifitas di grup. Kalau belum ada tanda-tanda yang penting langsung Saya close lagi. Intinya cuma ngecek karena kebiasaan  baru di bulan ramadan ini WAG jadi rame kalau jam 4 atau 5 pagi.

Pagi ini Saya fokus manten giniform response google sheets buat nentuin scoring untuk peserta lomba Read Aloud di Ramadan Ceria. Lumayan pegel lihat satu per satu karya peserta lomba dan dibuat mikir juga apakah karyanya representatif untuk dikatakan sebagai juara. Udah kayak apaan aja yak, hehe.

Jadi pagi ini Saya disibukkan dengan agenda yang lumayan nggak Saya sukai terkait pengelolaan data. Mau gimana lagi kan...amanah. Gas ajalah~

Kegiatan kayak gini lumayan menyita setengah hari Saya dan akhirnya Saya kalap juga karena nggak patuh sama aturan yang Saya buat untuk membatasi jam penggunaan medsos.

Saya wara-wiri dari dokumen excel ke WA grup panitia. Meskipun nggak suka begitu, tapi tetep Saya jabanin aja ya?aneh.

Beruntunglah Saya dapet pengertian dari Pak Suami. Qodarullah, Pak Suami bisa bantuin handle urusan Arza. Doi yang mandiin dan ngajak main Arza. Tapi tetep, kalau untuk masak dan nyuapin makan masih jadi tanggung jawab Saya.

Saya kasih jeda sebentar untuk memasak makanan kesukaan Arza. Sayur asem dan udang crispy. Qodarullah, Arza lahap banget makannya.

Oiya..beberapa hari belakangan cuaca makin nggak menentu. Di daerah rumah Saya seringnya setiap siang menuju sore turun hujan. Dan itu membuat Saya mudah ngantuk karena cuacanya mendukung untuk tidur. Saya jadi bisa tidur siang deh. 

Sore harinya, Saya nggak memasak, karena sudah dibuatkan masakan oleh tetangga sebelah rumah. Pas lagi ada pesenan, katanya. 

Saya cuma nyiapin takjil. Kebetulan pisang masih ada sisa (yang kematangan itu loh). Saya menyulapnya menjadi pisgor coklat keju ala ala Saya. 

Sebenarnya aktifitas hari ini banyak yang Saya delegasikan. Mulai dari ngajak main Arza, masak untuk berbuka puasa (tapi kalau masakan buat Arza tetap Saya yang buat dan Saya yang nyuapin). 

Malam Saya habiskan untuk Qtime sama Pak Suami dan Arza. Udah nggak pegang laptop atau gadget sama sekali. Setelah iftar, main sama Arza, ngobrol sama Pak Suami, dan tidur.

Nggak jadi nulis karena ketiduran. Biasanya Saya spare waktu 1 jam untuk menulis setelah menidurkan Arza, kemudian tidur. Mungkin karena sudah waktunya tubuh istirahat jadi nggak berjalan sesuai rencana. 

Saya tidur lumayan cepat, yaitu pukul 20.00WIB. Bangun kembali pukul 22.00 WIB. Aha! Jadilah waktunya dipakai untuk nulis draft tulisan. Saking keasyikannya Saya jadi nggak tidur sampe besoknya. 🙈

Saya merasa kayak zombie. Nggak bernyawa tapi masih bisa gerak. Jam tidur acak-acakan. Dan parahnya Saya lupa puasa scrolling medsos dan nggak jadi setting apps untuk membatasi jam online di hari pertama puasa pekan ini.

Insight

Bener banget dengan apa yang dikatakan peri hutan (kunang Iqiq): Pekan terakhir itu ujian banget buat penjelajah hutan, sampe mereka pada lupa puasa. Termasuk diriku. Ya Allah. Mengsedih.....

Yukkkklah semangat lagi, taklukan Tantangan 30 Hari!

Badge: Satisfactory

tahap kepompong bunda cekatan


Related Posts

Post a Comment