oktaviawinarti.com

Tantangan 30 Hari Day 21 - Tahap Kepompong Kelas Bunda Cekatan

Konten [Tampil]



Bunda cekatan

Cerita Hari Ini

Kamis, 14 April 2022 | Jurnal Kepompong Day 21

Qadarallah, Saya agak telat bangun sahur yaitu pukul 03.30 WIB. Pagi ini Saya bangun dengan raut wajah yang semrawut. Emosi Saya labil dan kurang bersemangat menjalani hari.

Saya tidak menjalankan rutinitas pagi sebagaimana biasanya. Setelah salat subuh, Saya tertidur dan bangun jam 07.00 WIB. 

Saya menyiapkan makanan untuk Arza yang sudah Saya jatah untuk satu hari ini. Arza bangun agak siang, jadi Saya bisa menyelesaikan aktivitas memasak samai tuntas. Kemudian menemaninya mandi dan makan.

Saya sangat lelah. Saya memutuskan untuk istirahat. Saya hampir tidak mengecek medsos seharian ini. Waktu yang ada Saya pergunakan untuk full istirahat (baca: tidur).

Bisa dibilang puasa Saya hari ini untuk nggak scrolling medsos berhasil. Tapi kualitasnya kurang baik. Karena pertimbangannya nggak dipikirkan secara sadar. Saya hanya menuruti mood

Saya nggak mengerti kenapa nggak ada keinginan untuk melakukan apapun pagi hari ini. Saya totally nggak mood. Ngajak Arza bermain pun tidak, hanya menemani.

Semenjak kejadian semalam, Saya jadi jarang berbicara. Hanya lintasan pikiran yang kadang membuat Saya merasa bersalah. Saya bungkam.

Tapi, satu hal yang Saya syukuri hari ini Saya bisa menyelesaikan draft tulisan yang sempat mangkrak karena 'kejadian' semalam.

Tulisannya bisa dicek pada blog ini dengan judul Jurus Anti Panik Menghadapi Anak Tantrum.

Setelah setengah hari bungkam, Saya mulai mengembalikan mood dengan mengerjakan apa yang bisa dikerjakan hari ini. Saya mulai menyelesaikan draft tulisan kemarin. Kemudian mencuci piring dan memasak untuk persiapan berbuka puasa.

Awalnya Saya nggak mood banget karena harus memaksa diri melakukan hal tersebut. Namun kelamaan Saya terbiasa dan mood Saya berubah jadi lebih baik. 

Tidak banyak hal yang Saya lakukan hari ini. Setelah iftar, Saya ngobrol dengan Pak Suami. Agak canggung sebenarnya untuk memulai obrolan. Sampai akhirnya kami saling meminta maaf dan tertidur.

Ya. Memang hari yang melelahkan. Baik fisik dan batin.

Insight

Memulai kembali memang nggak mudah. Perlu memaksa diri agar tidak terlena dan larut dalam keadaan. 

Badge: Satisfactory

Related Posts

Post a Comment