oktaviawinarti.com

Tantangan 30 Hari Day 15 - Tahap kepompong Kelas Bunda Cekatan

Konten [Tampil]

bunda cekatan

 

Hari ini agenda ibadah sunnah, agenda keluarga, dan sosial berjalan dengan baik. Alhamdulillah.

Senang rasanya karena bisa memulai hari dengan lebih semangat. Qodarullah Saya bangun pagi yaitu pukul 02.30 WIB. 

Setelah 2 pekan latihan nggak begadang, rasanya jadi lebih mudah untuk bangun lebih pagi. 

Sebetulnya Saya punya rencana untuk menulis ketika malam hari ba'da salat taraweh. Qodarullah sesuatu terjadi di sore hari. Sehingga membuat fokus Saya terpecah.

So, Ngapain Aja Hari Ini? 

Pagi hari Saya gunakan untuk ritual ibadah dan cuci-mencuci. Kemudian mengeksekusi rencana membuat pohon syukur. 

Yap. Saya, Pak Suami dan Arza membuat pohon syukur bersama di ruang keluarga. Pak Suami yang membuat kerangka pohon dari kardus bekas. Sementara Saya yang menggunting pola daun untuk ditempel di kerangka pohon tersebut.

Nah, kalo Arza? Doi sibuk main hehe. Nggak apa-apa deh ya. 

Pak Suami dan Saya menuliskan apa yang kami syukuri di hari jumat itu. Hmm kalo Saya nulis: Saya bersyukur bisa lebih sabar menghadapi Pak Suami dan Arza. Sebuah prestasi menurut Saya bisa kalem saat mereka bertingkah. Hehe


bunda sayang


Read Aloud oleh Ayah

Hari ini Saya menantang Pak Suami untuk membacakan buku pada Arza. Doi mengiyakan dan membacakan sebuah buku tentang tauhid kepada Allah. 

Rasanya udah lama nggak lihat Pak Suami ngedongengin Arza. Kayaknya terakhir pertengahan tahun lalu. Lumayan juga yah hoho.

Arza menyimak dengan ketenangan yang paripurna. Padahal kalau dibacain buku sama Saya doi nggak pernah bisa diem. Paling lama bertahan duduk anteng 5 menit. 

Pak Suami Masak Lagi

Agenda sore ini sebenarnya masak makanan untuk berbuka. Saya sudah merencanakan untuk goreng ikan dan masak sayur asem. Eh ternyata ada yang mau masakin. Saya mah Oke aja. Mumpung doi lagi kepengen bermuamalah. :p #senengkarenadibantuininimah

Pak Suami memasak tempe pedas manis dan ikan patin. Sayurnya kok nggak ada? Hmm. Tadinya mau buat tapi kata doi diganti sama buah-buahan aja. Siap, bungkus!

Ceritanya kami buru-buru mau ke Undip untuk nemenin Pak Suami absen. Jadinya nggak masak sayur deh. Gitu Sobi hehe.

Arza Sakit

Sebelum berangkat, kami kaget sebab Arza tiba-tiba muntah. Kayaknya setelah mencium aroma menusuk dari tempe pedas yang dibuat Pak Suami doi jadi eneg. Mungkin itu pemicu aja. Sebelumnya doi kan masuk angin. Pikirku: "Oh..mungkin ada pengaruh dari masuk angin yang kemarin, perutnya masih bergejolak."

Tadinya Saya berfirasat kalau Arza bakalan sakit nih. Tapi Pak Suami menampik hal itu dan bilang kalau Arza baik-baik aja. Yaudah, kami pun bergegas untuk ke Undip.

Selama perjalanan ke Undip, Arza masih baik-baik aja. Nah, pas perjalanan balik ke rumah, doi lemas dan muntah lagi di mobil.

Alhamdulillah Arza bisa tenang dan nggak rewel. Efek sounding itu luar biasa loh Sobi! Sebelumnya doi nangis kalau habis muntah. Tapi sekarang Arza bisa dengan enteng bilang, "nggak apa-apa," sambil senyum. Masyaa Allah Tabarokallah nak! :")

Sampai rumah tepat jam 18.00 WIB. Saya dan Pak Suami bergantian untuk shalat maghrib dan makan iftar. 

Melihat kondisi Arza yang lemas, Pak Suami khawatir. Tapi Saya meyakinkan doi kalau Arza akan baik-baik saja. Ia pun memutuskan untuk salat di musola sementara Saya salat tarawih sendirian di rumah. 

Saya belum berhasil membuat artikel. Karena Arza yang sedang sakit nggak mau ditinggal dan selalu nempel dengan Saya. Doi nggak pengen Saya fokus ngetik di laptop. Akhirnya hari itu Saya memilih untuk tidur lebih cepat dengan ngelonin Arza.


Insight

Saya menyadari hari ini jauh dari ekspektasi. Dengan menetapkan fleksibilitas untuk menulis tanpa batasan waktu yang jelas, target kita jadi nggak terukur.

Badge: Satisfactory

bunda produktif


Related Posts

Post a Comment