oktaviawinarti.com

Keutamaan Orang Lemah lagi Miskin

17 comments
Konten [Tampil]
Keutamaan Orang Lemah dan Miskin


Setelah mendengarkan kajian Riyadus Shalihin BAB ke-32 oleh Ustadz Nuzul Dzikri pada channel YouTubenya hari ini (4/4/2022), Saya ingin sedikit meresume isi kajian tersebut. Jadi, pembahasan kali ini adalah tentang keutamaan orang miskin, lemah, dan tidak dikenal di kalangan kaum muslimin.

Pada bab-32 ini, Ustadz Nuzul menjelaskan tentang keutamaan orang-orang yang dianggap miskin dan lemah secara fisik, akal, dan status sosialnya oleh masyarakat. Mereka memiliki keutamaan dibandingkan orang-orang 'kaya' tapi jauh dari beriman pada Allah.

Resume Kajian 

Sebelum menuliskan kembali isi kajian hari ini, Saya membaca lebih dulu isi dari kitab Riyadush Shalihin karangan Imam Nawawi. Agar mendapatkan gambaran hadis shahih yang disebutkan pada kajian. 

Seperti biasa, Ustadz Nuzul membuka kajian pagi ini dengan kalimat yang enlightening. Mencerahkan. 

"Ilmu itu lebih mahal dariapada harta. llmu membawa kita pada tujuan hidup, bahkan ilmu adalah tujuan hidup itu sendiri." - Ustadz Nuzul Dzikri

Dalam qalamNya, Allah mengatakan bahwa Dia menciptakan semesta alam ini agar manusia berilmu. 

Dengan mengilmui seluruh penciptaanNya, akan bertambah keimanan dan kecintaan kita terhadap Allah.

Keutamaan Orang yang Lemah dan Miskin 

Bab ini diperuntukkan sebagai penghibur atau memberikan semangat kepada orang yang ditakdirkan punya kelemahan dalam kehidupannya.  Kelemahan itu bisa jadi dari segi fisik (sakit-sakitan, nggak sempurna, disabilitas). Kemudian dari sisi akal dan status sosial/kedudukan (orang yang nggak dianggap atau bahkan dicemooh di masyarakat), serta kelemahan-kelemahan lain yang dipandang oleh masyarakat. 

Allah akan memberikan mereka kedudukan yang tinggi jika mereka kuat di sisi Allah. Artinya mereka yang dikatakan lemah dan miskin, bisa jadi punya kedudukan yang tinggi di mata Allah karena mereka adalah orang-orang yang mendekatkan dirinya pada Allah. Allah akan merahmati dan memuliakan kedudukan mereka di akhirat. 

Kita bukan manusia yang rendahan, selama kita beriman kepada Allah. 

Ustadz Nuzul mencontohkan satu hal yang dimaksud dengan kelemahan atau kemiskinan dalam kaitannya dengan bab 32 ini. 

Contohnya si fulan seorang yang fakir miskin mempunyai anak, dan anak itu dibully sana sini karena kemiskinan orangtuanya.

Sebetulnya kelemahan itu bersifat duniawi. Apa-apa yang bersifat duniawi itu tidak kekal. Artinya kemiskinan itu adalah kelemahan yang nggak berarti apa-apa. Malah bisa jadi kekuatan di sisi Allah.

Kebanyakan orang kembali kepada Allah karena mereka merasa kekurangan. Mereka akan meminta dan memohon kepada Allah karena mereka merasa lemah. 

Jika mereka kaya, mereka akan sombong. Menjadi orang yang keras kepala dan selalu merasa benar. Jenis manusia seperti ini yang sering terpeleset dalam hidup dan melupakan pintu hidayah.

Contoh lainnya jika kelemahan ini dikaitkan dengan pergaulan sehari-hari yaitu ketika si fulan merasa nggak ada yang mau berteman dengannya karena ia miskin dan lemah. Padahal yang ada di kepalanya itu adalah bisikan syaitan. 

Kemiskinan dan kelemahan bukanlah sebuah halangan untuk bersahabat dengan orang-orang beriman dan berilmu.

Bilal bin Rabah adalah sahabat rasul. Ia pernah menjadi budak dan dibebaskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Pada akhirnya menjadi orang yang sangat membela Islam dan membenarkan ajaran Islam. Bilal bisa menjadi temennya rasul, seorang Al-amin dan rasul Allah. Kulitnya pun lebih gelap daripada rasul. Ini menjadi bukti bahwa status sosial dan fisik bukanlah halangan untuk berteman dengan orang yang beriman. 

Summayah, Nasir, dan Ammar bukan orang yang terpandang atau terkenal di antara kaum muslim. Mereka nggak punya kekuasaan, harta, dan kedudukan. 

Ketika sedang tertimpa musibah/ujian, rasul mendatangi mereka seraya berkata, "Sabarlah keluarga Nasir, janji Allah untuk kalian itu syurga." 

Seseorang yang mengaku dirinya miskin dan nggak punya sahabat, sebenarnya hanya salah memilih teman/sahabat. Sebab orang yang beriman itu perlu bersahabat dengan siapapun. Tidak memandang kaya atau miskin. Jelek rupa atau baik rupa. 

Seorang muslim wajib untuk bersahabat dengan siapapun meskipun mereka lemah dan miskin.

Jadikan kelemahan kita sebagai kekuatan untuk mendapatkan sahabat yang shalih dan shalihah.

Imam Nawawi menyebutkan bab ini sebagai keutamaan orang-orang lemah dan fakir. Artinya lemah itu adalah keutamaan, bukan sebuah kekurangan. 

Jika kita merasa sedang sulit lagi lemah, camkan bahwa itu adalah keutamaan. Ini adalah perkataan ulama sekelas Imam Nawawi. Bahwa kelemahan adalah keutamaan, bukan celaan.

Overall, dari kajian tersebut Saya ngerasa relate banget. Islam itu agama yang indah. Untuk urusan pergaulan, kita dibebaskan untuk berteman dengan siapapun. Nggak memandang status sosial, fisik, dan akal.

Gimana jadinya kalau orang beriman hanya berkumpul dengan orang-orang tertentu saja. Misalnya orang-orang alim cuma mau berteman dengan sesama orang alim. Mereka yang lemah dan miskin gimana kabarnya? Apa nggak tambah kufur? Naudzubillah.

Di bagian terakhir ini Saya mau kasih tau Sobi tentang salah satu pengajian yang dihadiri oleh para preman dan mantan preman di salah satu desa di Semarang. Namanya Santren Ndelik.

Saya pernah sekali menghadiri pengajiannya. Ternyata yang ikutan ada mahasiswa juga. Hehe

Nggak ada batasan untuk berteman  baik dari segi akal bahkan status sosialnya. Mereka semua berkumpul untuk mengikuti pengajian agar bisa jadi pribadi yang lebih baik. Masyaa allah.. Indah banget ya Islam itu.

Mungkin cukup segini dulu ya Sobi resume ala ala yang kurang lengkap dari Saya. Hehe mungkin habis ini ada yang mau melengkapi. Boleh deh komen-komen di bawah.

Salam. 

Related Posts

17 comments

  1. Tuhan memang tidak melihat kita dari harta maupun jabatan yaa kak.. melainkan dari derajat keutamaan ibadah.. Makasih sharingnya kak, pas bgt dibaca di bulan Ramadhan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. masyaa allah sama2 adek. jadi pengingat juga untukku pribadi inimah. perlu untuk berinteraksi sama Allah dalam keadaan lapang dan sempit biar nggak futur nikmat. tq yaa shalvia salam kenal :3

      Delete
  2. Alhamdulillah mendapatkan berkah dari tulisan ini. Apalagi yang dibahas kitab riyadussholihi, jalan orang orang yang sholih. Semoga menginspirasi banyak orang untuk berada di jalan sholih..Aamiin

    ReplyDelete
  3. Jadi inget dulu semasa SMA yang mana temen2 pada main geng-gengan gitu. Ada geng anak IPA atau IPS. Kalau pas main, kalau bukan gengnya ya mereka nggak mau, kalau nggak bakal di bully. Sebenarnya nggak nyaman juga sih ada temen2 yang nge-blok gitu, bukannya manusia itu sama saja di mata Tuhan ya. 🥲

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah bener banget ini, aku jg mengalami hal yang sama. Bahkan sampai sekarang pun gitu yaa mba kayaknya . kok budaya itu ngga ilang2 ya :( baca artikel ini jadi tenang hati rasanya

      Delete
  4. alhamdulillah thank you sharing nya kak. hati jadi anget ya baca ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mba dea.. Semoga bermanfaat ya :D

      Delete
  5. Pernah dengar sahabat nabi Ulbah bin Zaid yang sangat miskin bahkan uang pun tidak punya, tetapi sedekahnya pada perang Tabuk mampu mengguncangkan arsy nya Allah. Sejak itu dia jadi dikenal dan salah satu sahabat mulia Rasulullah, namanya harum masyaa Allah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren banget yamba..sosok seperti ini yang harusnya di UP di medsos, biar generasi islam masa kini terinspirasi dan banyak berbuat kebaikan terutama di jalan Allah. Tq momqueen udah sharing dimari :D

      Delete
  6. terimakasih banyak kak, tulisannya sudah aku baca dan semoga dapat menginspirasi banyak orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sami2. Semoga bermanfaat yaaah. Semoga mendapat keberkahan ilmunya.

      Delete
  7. isi kajian nya sangat bagus sih kak, keutamaan dari orang yang memiliki kelemahan dan kekurangan, semoga diberikan oleh Allah kekuatan dan kecukupan.

    ReplyDelete
  8. Mashaallah hati trnang dan tenteram setelah membaca tulisan ini

    ReplyDelete
  9. Masyaa Allah kd lebih nerima diri yang sering.y lemah di mata manusia.. karena ya mngkin manusia itu memang punya sisi lemah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba. Pasti setiap orang punya sisi kelemahan dan kelebihan masing masing. Tergantung gimana menyikapinya ya.. Semoga kita jadi hamba yang selalu mendapat pertolongan Allah ya.. Aamiin

      Delete

Post a Comment