Cuplik Perjalanan Menjadi Kupu-Kupu Muda | Kelas Bunda Cekatan Batch 3

Bunda Cekatan


Cuplik Perjalanan 

Tantangan 30 Hari #T30H tahap kepompong sudah purna Saya selesaikan. Masyaa Allah Tabarakallah! Rutin menulis jurnal #T30H jadi trigger untuk Saya dalam mengatur waktu. Meskipun seringnya jadi tim rapelan karena nggak tepat waktu ngumpulin jurnal, Saya patut untuk mengapresiasi diri karena nggak nyerah di tengah jalan. 

Apa yang dimulai harus diselesaikan. Excused boleh tapi sesekali aja. Nilai ini yang Saya pegang untuk tetap gigih mendaki gunung terjal ketika menjalani tantangan demi tantangan selama 30 hari.

Ilmu yang Saya latih selama satu bulan yaitu manajemen waktu sebagai seorang penulis konten blog. Saya menargetkan bangun lebih pagi untuk menulis satu artikel per hari. Lumayan nekad karena Saya belum pernah mencobanya.

Dari latihan itu Saya menyadari kalau menulis dengan hati itu nggak bisa terpaksa. Nulis ketika suasana hati kacau, nggak fokus, dan mental load bisa membuat tulisan kita ambyar.

Hari demi hari Saya lalui dengan segala dramanya. Mulai dari yang b aja sampai yang suprising moment. Ada kalanya Saya mencari pembenaran. Sampai akhirnya sadar bahwa proses ini adalah ajang perlombaan dengan diri sendiri. Apakah Saya bisa mengalahkan diri sendiri.

Puasa begadang dan scrolling medsos sangat membantu proses Saya menyelesaikan #T30H. 

Dari total 30 hari, Saya berhasil membuat 15 artikel di blog dan 5 draft tulisan. Kalau dirata-rata, dalam 2 hari sekali Saya bisa memproduksi 1 artikel blog. Sebetulnya itu adalah rekor pertama Saya menulis 15 tulisan dalam sebulan. Terimakasih diri sudah mau berlelah-lelah mengeluarkan seluruh potensi! :")

Saya sadar kalau tulisan Saya masih jauh dari sempurna. Riset Saya juga nggak terlalu dalam. Kadang masih sering typo dan kurang benar dalam logika bahasa. Nggak mudah buat Saya untuk nulis beribu-ribu kata dalam semalam. Butuh jam terbang yang lebih tinggi.

Dengan mengeliminasi faktor penghambat seperti begadang dan scrolling medsos, waktu yang Saya gunakan menjadi lebih efektif. Meski nggak signifikan karena lebih banyak gagal puasa daripada berhasilnya.

Usaha Saya masih terbilang rata-rata karena persebaran badge 30 hari nggak sampai 50% yang excellent. Kenapa Saya anggap rata-rata? Hmm.. Saya malu mengakui ini karena sebenarnya Saya kurang bisa mengendalikan persepsi dan sikap Saya terhadap faktor di luar diri. Masih suka overthinking dan perfeksionis. 

Energi Saya banyak habis pada dua hal itu. Di samping manajemen waktu, self awareness Saya perlu di-improve juga. Capek rasanya kalau urusan dengan diri sendiri aja belum kelar.

Well, mengatur waktu sebagai seorang penulis konten blog itu sangat menantang. Ada kalanya nggak mood buat nulis, writer's blocked, kejeda karena urusan anak, domestik, dan publik. Ada aja tantangannya. 

Seorang pelaut yang tangguh nggak mungkin lahir dari gelombang yang tenang. Memang ujian itu perlu ada supaya kita nggak ngerasa aman aja. Belajar untuk mengantisipasi berbagai hal, mempersiapkan berbagai hal, dan mencari alternatif solusi yang tepat +cocok di hati.

Rangkaian perjalanan selama #T30H Saya tulis disini Tantangan 30 Hari Tahap Kepompong.

Menjadi Kupu-Kupu Muda

Setelah puasa di tahap kepompong, akhirnya Saya lahir menjadi kupu-kupu muda. Ada beberapa insight yang ingin Saya bagikan.

Saya merasa sedang berkejaran dengan diri sendiri. Mendorong diri supaya lebih tega. Iya tega dalam berjuang. Tega untuk menahan faktor yang menghambat diri untuk maju. Tega untuk nggak membiarkan diri ini berkutat dengan hal yang bukan prioritas. Waktu kita terbatas dan kita harus menentukan prioritas.

Kemudian, Saya nggak sempat nengok ke kanan maupun ke kiri. Proses di tahap kepompong membentuk diri Saya menjadi fokus dengan pencapaian diri sendiri. Ini bagus banget karena melatih diri untuk bersyukur dengan setiap kemajuan yang kita capai per harinya.

Dan di tahap kepompong ini, Saya jadi terbiasa untuk menjurnal. Melihat proses latihan untuk jadi cekatan setiap harinya membuat Saya lebih aware. Apa yang perlu Saya perbaiki dan apa yang perlu Saya tingkatkan untuk mencapai target-target selanjutnya.

Menuju tahap kupu-kupu, ada banyak pertanyaan di kepala Saya. Apa capaian selanjutnya yang akan Saya tetapkan?

Bunda Cekatan Ibu Profesional

                                                                   

Setelah #T30H

Hampir 3 mingguan setelah menjadi kupu-kupu muda, Saya nggak nulis di blog ini. Rasanya lega banget! Lha kok? 

Saya mengambil jeda lumayan panjang untuk mengelola dan menginternalisasi nilai yang Saya dapatkan ketika belajar di tahap kepompong. Qadarullah, waktunya sangat bertepatan dengan 10 malam terakhir ramadhan dan hari raya idul fitri. 

Saya gunakan waktu yang ada dengan sebaik mungkin untuk lebih banyak muhasabah, fokus pada amalan hati menyambut idul fitri, menjalin silaturahmi dan berbagi kebahagiaan dengan sekitar. Sehingga Saya lebih siap untuk memulai lagi target-target selanjutnya.

Selama 3 minggu ini, Saya membiarkan diri untuk lebih banyak eksplor. Melihat, mendengar, merasakan fenomena yang ada di sekitar. Nggak grasa-grusu dalam menulis. Oiya selama ini Saya masih membiasakan untuk nulis catatan singkat di google docs. Free writing aja sih. Nggak serapih kalau nulis di blog. Tujuannya buat mengabadikan momen. 

Semoga setelah ini akan terbit tulisan-tulisan yang lebih fresh di beranda blog Saya. Nggak sabar buat injek gas lagi hoho.



2 comments

  1. Keren mbaaak. Lanjutkaan jadi kupu-kupu cantik yang senang bloggimg!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba imaaaa.. Waah dikomen sama mastah :')) insyaa allah bismillah semoga makin diniatin blognya supaya lebih bermanfaat šŸ˜Š

      Delete

Terimakasih sudah berkunjung di blog Saya. Mohon tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar.