oktaviawinarti.com

Menyusui itu (NGGAK) Gampang!

Post a Comment
Konten [Tampil]

Menyusui itu (NGGAK) Gampang!
Cerita Perjalanan Menyusui Selama 2 Tahun

Menyusui itu (NGGAK) Gampang!


Hei Sobi!

Assalamualaikum:)

Pada kesempatan kali ini Aku mau ceritain perjalananku menyusui Arza yang hampir genap 2 tahun.

Rasanya melow banget sih, karena proses menyusui itu bukan hanya tentang memasukkan payudara (PD) ke dalam mulut bayi. Tapi tentang perjalanan iman. Bagaimana seharusnya memaknai proses menyusui itu sebagai sebuah perintah dari Allah kepada orang tua (Ibu) untuk memberikan nutrisi terbaik pada anaknya agar tumbuh dengan optimal. 

Interaksi yang terjalin ketika menyusui, menjadi bonding untuk merekatkan hubungan ibu dan anak.

Kalo flashback ke masa awal menyusui, Aku bener-bener blank dan baru belajar di trimester akhir menjelang persalinan. 

Jadi Aku baru belajar perlekatan setelah dapet sharing dari temen yang punya pengalaman gak mengenakkan perihal perlekatan menyusui. 

Nah apa itu perlekatan menyusui? Nanti akan kita bahas ya.

Apakah diantara Sobi disini sudah pernah mencari tau tentang menyusui atau bahkan masih awam soal dunia per-ASI-an?

Yuk kita sama-sama belajar. Gak ada kata terlambat buat belajar. Yang gak baik itu kalo kita tahu 'gak tahu', dan gak mau belajar. RIP akal sehat -_- 

Gelar juga bukanlah jaminan untuk tahu seluk beluk dunia pasca persalinan dan segala tetek bengeknya. Termasuk soal menyusui bayi. 

Sebagai sarjana kesehatan masyarakat, Aku jadi belajar dari nol lagi soal dunia baru yang tampak asing ini. Memang praktek itu tidak lebih mudah dibanding teori. Tapi untuk membuktikan sebuah teori butuh praktek. Ehehe 

MENYUSUI SECARA EKSKLUSIF 

Apa yang ada dipikiran temen-temen ketika melihat atau mendengar kata menyusui secara eksklusif? 

Menyusui secara eksklusif yaitu menyusui bayi secara langsung (direct breastfeeding) tanpa perantara atau bahan tambahan lainnya seperti air putih, air madu, susu formula atau cairan lain selain ASI (Air Susu Ibu). 

Alhamdulillahnya ketika pertama kali menyusui Arza, Suami, serta Ibu mertuaku sangat mendukung untuk memberikan ASI eksklusif sampai 2 tahun.

Iya, awalnya Aku mengira kalo menyusui itu cuma kaya 'gitu' doang. Gampang!

Ehmm..tapi ternyata gak semudah yang dikira. Perlu ilmu untuk bisa melakukan perlekatan yang sempurna agar bayi nyaman dan aman saat menyusui. Begitu juga dengan ibunya. 

Di awal menyusui, akhirnya terjadilah drama vol 19432. Hahaha

Beberapa jam setelah persalinan , ASI-ku dibilang gak keluar. Padahal jelas banget udah ada kolostrum (air susu pertama berwarna kuning) yang ternyata punya banyak khasiat.

Sebelumnya Aku memang sudah berniat untuk tidak memberikan apapun ke Arza selain ASI. Sampai pada saatnya ketika emosiku naik turun, panik denger tangisannya Arza dan gak berdaya karena masih pemulihan pasca persalinan, bubar semua rencanaku.

Angan-anganku tentang menyusui full ASIx (ASI Eksklusif) pupus sudah..drama vol 23985 😂😢

Pada saat itu Aku gak bisa berpikir jernih. Udah playing victim dan gak berdaya membuat keputusan penting terkait pengasuhan di masa awal menyusui.

Yah..memang kecerobohanku ini yang membuatku memutuskan sesuatu bukan atas dasar keimanan. Gampang terguncang oleh pendapat dan masukan dari 'luar diri'.

Untuk itu buat sobi yang memutuskan akan tinggal bersama orangtua atau mertua pasca melahirkan, baiknya ngobrol dulu terkait pengasuhan bayi terutama menyusui di 2 tahun pertama kelahirannya.

Karena untuk urusan yang satu ini efeknya bisa kemana-mana dan panjang urusannya. Maka daripada daripada,sebaiknya direncanakan dan diomongin secara terbuka dengan suami ataupun keluarga dekat agar memiliki frekuensi atau pemahaman yang sama terkait menyusui bayi.

MENYUSUI = PERKARA IMAN

Seperti yang Aku katakan di awal bahwa proses menyusui itu adalah perkara iman. Kita percaya bahwa Allah memerintahkan kita, memberikan tanggung jawab kepada kita, untuk menyusui anak kita, memberikan hak anak kita untuk dapat tumbuh optimal dari ASIx yang kita berikan.

Kalo kita punya 'kepercayaan' bahwa Allah yang menciptakan dzat bernama ASI sebagai nutrisi lengkap untuk bayi di awal kehidupannya,maka kita sama saja percaya bahwa Allah yang akan memampukan kita untuk bisa melalui proses demi prosesnya untuk memberikan ASIx kepada bayi kita.

"Dan bagi para Ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan." (QS Al-Baqarah [2]:233)

Sebenarnya ayat 233 dalam surah Al-Baqarah ini diperkuat dengan ayat selanjutnya yang menjelaskan bahwa orangtua (ayah dan ibu) boleh menyapih anaknya sebelum genap dua tahun, tentu dengan jalan musyawarah dan ikhlas merelakan penyapihan berdasarkan alasan syar'i.

Perjalanan menyusui emang gak semudah kelihatannya dan prosesnya panjang. Semua butuh bekal ilmu dan kesabaran. Karena ada banyak tantangan dan masalah yang kalo gak bisa ditangani dengan ilmu dan iman, bubar deh semuanya. -,-"

SUPPORT GROUP MENYUSUI

Ketika Aku merasa terpojok dengan omongan dan komentar netijen karena aliran ASIku belum deres keluarnya, Aku bingung dan butuh orang untuk denger ceritaku. 

Beruntunglah Aku ketemu sama Mbak Amanda Kurniasih. Seorang konselor menyusui yang concern terhadap edukasi kehamilan dan menyusui. 

Dari situ Aku mendapat kesempatan untuk belajar bareng di Support Group di HaPpy (Healthcare Pedia), platform belajar via WhatsApp Grup besutan Mbak Manda dan kawan-kawan. 

Aku belajar seputar mitos dan fakta menyusui, perawatan ibu nifas, belajar cara perlekatan yang benar, belajar mengisi tabel di kurva pertumbuhan dan perkembangan, kecukupan gizi pada ASI dan persiapan MPASI. 

Di grup pendampingan itu, ada Dokter Spesialis Anak, Konselor Menyusui, dan Tenaga Perawat. Jadi, Aku ngerasa aman dan nyaman aja bisa dapet informasi yang valid dan no hoax terkait proses menyusui. Terus udah gak bingung-bingung lagi deh kalo ada masalah terkait menyusui. Langsung konsul sama ahlinya hehe.

Menurutku penting banget sih untuk mencari bantuan ahli serta sumber yang kredibel untuk mengatasi masalah menyusui. 

Karena dari pengalamanku pribadi, masalah menyusui ini kalo ga dapet penanganan yang tepat bakalan runyam. Terkait dana (gak masalah kalo Aku anak sultan), waktu yang terbatas, kesehatan secara fisik dan mental. Fase menyusui ini menguras raga, jiwa dan pikiran banget.

So, belajar belajar belajar. Jangan pernah ngerasa diri cukup ilmu. Konsul sama ahlinya dan jangan melulu selfdiagnose, emangnya kita siapa? Dokter bukan. Hehe 

Di support grup ini, Aku juga jadi punya temen-temen baru yang Masyaa Allah. Kalo udah buntu banget, biasanya Aku suka nanya untuk menjawab keresahan ku.. Tiap orang bisa sharing pengalamannya soal menyusui, tips ngatasin bayi yang lagi rewel, ngatasin bayi yang kolik, tips milih produk menyusui dan review ya, wah lengkap banget pokoknya. 

Jujur Aku ngerasa terbantu banget di awal pengasuhanku ini. Jazakillah khayr ibu-ibu kesayangan. 🥰

PERLEKATAN

Hal penting yang wajib kita tahu terkait perlekatan ini adalah kita dan bayi kita lagi sama-sama belajar beradaptasi untuk bisa menyusui dengan aman dan nyaman. 

Bayi kita juga gak ujug-ujug langsung lancar nyusunya karena doi juga baru merasakan rasanya menghisap ASI, meraba tekstur PD, dan itu dilakukannya sendiri dengan panduan dari ibunya. Masyaa Allah. 

Kunci sukses menyusui itu ada di skin to skin. Gimana caranya supaya kulit kita sama kulit bayi nempel ketika menyusui. Ketika kulit kita nempel dengan kulit bayi, yang terjadi adalah mulut bayi akan terbuka lebar menghadap PD dan dia menghisap di sekitar areola. Inilah salah kaprah banyak ibu-ibu, bahwa menyusui itu di p*ting. Padahal menyusui yang benar itu ada di aerola (area PD).

Memang gak instan sih prosesnya. Butuh waktu kurang lebih 3 bulan untuk menyesuaikan posisi perlekatan yang benar. Sabar-sabarin deh yak, sekarang anakku udah bisa sambil salto nyusunya. Time flies bund 😅

Baby Blues.. Apakah Aku Ibu yang Gagal? 

Bagian paling berkesan dihidupku ketika menyusui adalah sering nangis dan nyalahin diri sendiri. Gak ada hari tanpa drama. Rasanya pengen mandi di bawah shower sambil nangis sekenceng-kencengnya. Tapi gak bisa 😭 ada bayi yang pengen ditemenin terus. Aku menangis dalam diam aja. Huhu

Percaya deh. Sebenarnya Aku tuh cuma butuh teman cerita dan divalidasi emosinya. Dipuk-pukin juga.. Waktu itu peran suami sangat membantu proses healingku dari gejala baby blues yang terjadi di 7 hari awal pasca melahirkan. 

Aku juga gak semenyangka itu bakalan mudah baper, tersinggung, mood swing, dan ngerasa selalu kurang baik jadi ibu baru. Belum pulih jahitan pasca melahirkan, Aku dihadapkan dengan realita untuk begadang sampai dini hari, ngedengerin tangisan bayi sampe Aku cuma diem gak bisa ngapa-ngapain pas bayiku nangis. 

Rasanya lelah banget. Aku pengen segera keluar dari situasi itu. Tapi setelah mengingat kembali, Aku masih bisa menertawakan kejadian itu.😂

Hormon pasca melahirkan efeknya sangat nyata dan juga memicu perubahan yang sangat signifikan. Emosi jadi gak stabil dan cenderung lebih sensitif.

Dari sini, Aku jadi belajar gimana bisa bangkit dari itu semua dan gak menyalahkan diri sendiri. Terima segala bentuk emosi yang hadir, peluk erat diri sendiri dan afirmasi positif kalo Aku bisa melalui ini semua. 

Tiap kali Aku denger ada sahabatku yang habis melahirkan, Aku jadi ngerasa lebih empati. Aku ceritain pengalamanku ketika mengurus dan merawat Arza bersama tantangan ketika menyusui. Meskipun case di tiap ibu beda-beda, tapi pengalaman ini sangat berharga untukku bagi. 

Alhamdulillah.. Meskipun singkat, tapi Aku seneng bisa sharing sedikit dari pengalamanku ketika menyusui anak pertamaku ini.

Menyusui itu emang gak gampang. Butuh proses yang gak sebentar. Butuh ilmu dan iman. Jadi jangan lupa untuk siapkan bekal sebelum fasenya tiba. 

Salam hangat dari kota Lumpia 😊

Related Posts

Post a Comment