oktaviawinarti.com

Complimenting Strangers, Cara Sederhana Agar Hidup Lebih Bahagia

17 comments
Konten [Tampil]

 Halo Sobi!

Beberapa hari yang lalu, Aku baca salah satu Instagram Story temenku yang bahas tentang sharing people kindness atau kebaikan orang-orang. Menarik sih menurutku, karena sebagai makhluk sosial kita kan sering kali butuh berinteraksi dengan orang lain. 

Bukan hanya soal pekerjaan, pertetanggaan, dan urusan privat lainnya. Kita juga butuh untuk berinteraksi dengan orang lain dalam banyak aspek, misalnya berdagang, hadir dalam event tertentu, menjadi ambassador atau duta sebuah organisasi dan masih banyak lagi.

Dari banyaknya aktivitas yang kita butuh orang lain untuk bisa berinteraksi, ada hal yang kurang banyak di-notice dan terkesan gak terlalu penting untuk dipelajari yaitu complimenting strangers.

Ada beberapa insight menarik yang ingin Aku tuliskan berkaitan dengan ini, termasuk pengalamanku pribadi dengan orang lain di sekitarku.

Complimenting Strangers? 

Complimenting Strangers, Cara Sederhana Agar Hidup Lebih Bahagia

Dari maknanya secara gamblang bisa kita simpulkan bahwa complimenting strangers ini adalah cara untuk mengapresiasi atau memuji orang asing.

OK. Jadi orang asing dalam konteks ini bisa kita anggap sebagai teman komunitas (yang gak terlalu in touch banget), teman sekolah yang beda ruang kelas, teman satu pekerjaan yang beda sub-divisi, atau literally orang asing yang baru kita temui.

Complimenting strangers ini kalo dilakukan dengan benar akan memunculkan kebahagiaan bagi diri sendiri maupun orang lain. Tentunya ini bisa jadi peluang untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan orang lain.

Sebaliknya jika dilakukan dengan berlebihan dan terkesan menyindir atau mengkritik, mungkin akan memberikan feedback yang kurang baik terhadap diri sendiri.

Dalam bukunya yang berjudul If You're So Smart, Why Arent You Happy?, Raj Raghunathan mengatakan, "negging others makes you view yourself poorly".

Kita adalah apa yang kita tampakkan di depan orang lain. Orang lain akan menilai kita dari apa yang kita ucapkan, lakukan dan kita pikirkan. 

Kalo kita berlaku kurang baik pada orang lain, itu artinya kita memberikan informasi bahwa kita bukan orang baik. 

Raj juga menyebutkan satu istilah, "downward comparisons"

Raj mengibaratkan itu sebagai echo-chamber effect atau efek ruang gema. Yang mana kalo kita membuat penilaian yang buruk atau negatif pada orang lain, maka mereka gak akan segan untuk mengkritik kita kembali.

Orang yang menerima compliment/pujian akan cenderung memuji balik , begitu juga dengan orang yang menerima kritikan akan cenderung mengkritik balik bahkan lebih kritis dari yang mengkritik.

Jadi, Kita bisa menganggap compliment atau pujian sebagai cara untuk menyampaikan dan menyebarkan hal positif ke luar diri kita.

Efek complimenting strangers

Ketika kita memuji atau menyampaikan hal positif kepada orang asing tentang dirinya, tentu ada efek atau akibat yang ditimbulkan. Untuk orang yang dipuji, ada beberapa kemungkinan. Dia akan merasa senang atau merasa diapresiasi atas tindakannya karena ada yang memperhatikannya. Atau bahkan merasa itu adalah angin lalu atau basa-basi saja.

Kalo untukku pribadi, pujian dan afirmasi positif dari orang lain adalah bentuk perhatian mereka. Dan sangat berkebetulan dengan bahasa cinta/love language Aku yang suka dengan apresiasi dan pujian atau dikenal dengan words of affirmation.

Sebagai orang yang punya bahasa cinta sepertiku ini, akan sangat senang jika ada yang mengekspresikan kalimat-kalimat seperti, " Makasih yah udah lebih sabar hari ini" atau "Hari ini kamu keliatan lebih fresh!".

Karena kalimat itu jadi suatu keyakinan bahwa orang yang memuji dan mengapresiasi benar-benar memperhatikan kita. dan dengan itu kita jadi merasa dihargai atas usaha kita.

Dalam complimenting stangers, usaha kita untuk menyenangkan orang lain dengan memuji, memberikan apresiasi atau rasa sayang, dapat membuat diri kita sendiri menjadi lebih baik dan berharga. Tentu perlu dilakukan dengan sepenuh hati dan tulus, ya!

Jadi kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain sebetulnya adalah untuk diri kita sendiri.

Raj Raghunathan, menjelaskan bahwa salah satu alasan memuji orang lain membuat kita merasa lebih baik adalah karena hal itu membantu kita memandang diri sendiri sebagai orang yang murah hati dan berhati besar, yang akhirnya meningkatkan harga diri atau Self esteem kita.

Aku pernah punya pengalaman baik dan berkesan tentang complimenting strangers bahkan masih membekas ingatannya sampe sekarang. 

Yang pertama ini kejadiannya ketika Aku SMA. Ketika jam pelajaran EAP (English for Academic Purpose) berlangsung, Aku dan siswa lainnya sedang latihan untuk mendengarkan percakapan dalam bahasa Inggris.

Jadi, guru EAP itu memutar audio dari komputer kelas dan kami diminta untuk mencermati detail percakapan yang ada di audio tersebut. Waktu itu suasana hening karena kami fokus untuk mendengarkan suara dari audio itu. 

Aku yang merasa kesusahan untuk mengingat kata per kata dalam bahasa Inggris itu, langsung berinisiatif untuk mencatat hal-hal penting yang ada dalam percakapan di lembar belakang modul EAP yang masih kosong. 

Hal itu diketahui oleh guruku. Beliau dengan tangannya yang cekatan mengambil modulku dan membuyarkan konsentrasi kami semua. Beliau berkata, 

"Ini loh, kalian contoh Dia (Aku). Lets see the way She takes a note to memorizing the content of these conversation!

Saat itu juga Aku jadi merasa bangga, karena apa yang Aku lakukan itu dihargai dan dinilai pantas untuk ditiru. 

Lalu yang kedua, baru-baru ini yaitu ketika Aku sering memposting konten di Instagram reels. Aku me-repost beberapa konten di Instagram story.

Saat itu juga ada Direct Message masuk, ternyata dari temanku yang bisa dibilang gak begitu dekat tapi Aku kenal dan pernah satu organisasi dengannya. 

Complimenting Strangers, Cara Sederhana Agar Hidup Lebih Bahagia

Dia bilang, "Seneng deh Ta, lately lo terlihat lebih content, happy dan fresh. Happy and proud of you!" 

Zuzurly, Aku seneng dapet feedback seperti itu hehe. Jadi Aku ada semangat lagi untuk bikin konten yang lebih baik dan bermanfaat ke depannya. 

Karena Aku terlalu kegirangan, Aku minta validasi dan Dia dengan enteng bilang," Kayak Lo happy gitu,jadi I am happy for you"

Memang keliatannya biasa aja ya, tapi sungguh ini membekas banget di ingatan dan vibesnya positif aja gitu di Aku. hehe.

Manfaat complimenting strangers

Complimenting stangers bisa memiliki dampak yang baik bagi diri kita maupun orang lain, salah satunya dapat meningkatkan kualitas baik suatu hubungan. Hubungan yang terjalin dengan baik itu akan memberikan manfaat yang besar untuk kita yaitu :

  • Mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama. Ketika kita dihadapkan pada sulitnya memenuhi kebutuhan, ada orang lain yang dapat membantu kesulitan kita itu. Semakin baik hubungan yang terjalin maka kesempatan untuk bekerjasama lebih tinggi.
  • Merasa nyaman dan aman. Ketika kita memiliki hubungan yang baik sebagai sesama anggota komunitas, perusahaan, atau satu lingkungan masyarakat, maka akan memberikan rasa aman dan keselamatan. Ketika kita merasa nyaman, energi kita akan meroket untuk berkembang lebih baik dari segi manapun.
  • Merasakan ketenangan. Ketika kita bertemu dengan orang lain yang memiliki frekuensi yang sama baik dari ritme dan emosinya, akan mempengaruhi diri kita menjadi lebih  baik setiap harinya. Lewat cara yang menyenangkan dari tutur kata, ekspresi atau mimik wajah, bahasa tubuh, atau tone suara.

Contoh complimenting strangers

Gimana sih cara kita mengekspresikan hal baik pada orang lain? Toh kita gak kenal-kenal banget sama dia?

Mungkin itu pertanyaan yang seringkali berkutat di pikiran kita ketika bingung caranya mengungkapkan kalimat compliment pada orang lain. 

Berikut beberapa contoh yang bisa kita terapkan untuk memulai kalimat pujian atau ungkapan apresiasi pada teman dekat maupun orang asing. 
  • Wah, tulisanmu rapih sekali! What a nice handwriting you have!
  • Aku tertarik banget sama cara kamu nenangin anakmu yang tantrum! 
  • Kamu keren banget bisa bertahan sampe saat ini! 
  • Aku bangga dengan kedewasaanmu menyikapi hal itu. 
  • Aku senang kamu makin berkembang dari waktu ke waktu. 
  • Kerjamu hari ini totalitas banget, You really did a good job!
  • Cara kamu berbicara sopan dan santun sekali , you looks so gorgeous!
  • Gokil sih, kapan-kapan ajarin Aku cara nulis yang runut dan berkelas yak! I think you are very great at this!

Mungkin awalnya rada susah untuk memulai, tapi yakin aja gimanapun nanti respon yang diberikan oleh orang yang kita berikan compliment , kita udah mulai suatu kebiasaan baru yang berharga dan gak bikin rugi.

Mungkin bisa kita jadikan habit di awal tahun supaya bisa bikin kita dan orang di sekitar kita bahagia. hehe 

Kesimpulan 

"Compliments are a very small daily practice, but it’s a good practice to make you happier"

Compliment atau pujian adalah salah satu aktivitas kecil dalam keseharian, tetapi itu merupakan cara sederhana yang membuat kita lebih bahagia.

Jangan tanggung-tanggung untuk berbuat kebaikan semisal memberikan pujian atau apresiasi pada orang lain. Karena berbuat baik meskipun itu kecil sangat berarti untuk kita. Baik untuk kehidupan akhirat dan juga hubungan kita dengan orang lain di dunia.

Kebaikan yang kita lakukan sebaiknya tidak mengharap balasan. Jadi dasarnya memang untuk kebaikan diri kita sendiri. 

Kamu pernah punya pengalaman gak mengenai compliment strangers di keseharianmu? Share yuk cerita kamu di kolom komentar! 😄


Sumber rujukan :

https://www.theguardian.com/

https://medium.com/@TERRAITB/



Related Posts

17 comments

  1. Pernah sepertinya, dapat compliment dari totally stranger yang membuat hari saya seketika berbunga-bunga. Walaupun apa yang saya lakukan sebenarnya receh dan remah, tapi mendapat apresiasi dari orang lain tentu rasanya senang. It makes my day.

    Sama seperti yang Mbak Okta alami dengan guru EAP-nya mbak Okta. I've been there and it does feel great.

    ReplyDelete
  2. Kebaikan yang kita lakukan sebaiknya tidak mengharap balasan. Sepakat dengan ini kak. Karena jika kita berharap balasan, yang ada adalah kecewa, terima kasih kak tulisannya bermanfaat

    ReplyDelete
  3. Kebaikan yang kita lakukan sebaiknya tidak mengharap balasan. Sepakat dengan ini kak. Karena jika kita berharap balasan, yang ada adalah kecewa, terima kasih kak tulisannya bermanfaat

    ReplyDelete
  4. Sy sering.y jg muji diri sendiri sih soal.y kan sebenar.y kt nggak terlalu butuh pengakuan orang lain

    ReplyDelete
  5. Wah baru tahu kakk kalau ada cara-caranya. Makasih yaa kak udah berbagi, emang betul sih kak kalau kita komentar positif pasti bakal nyebarin positive vibes kemana-manaa hihi

    ReplyDelete
  6. Ah ini sich reminder banget buat saya. Jangankan ke orang asing, ke orang-orang yang kita kenal saja kadang kita lupa memuji dan mengapresiasi.
    Thank you for sharing, Kak Okta

    ReplyDelete
  7. Wahh berarti selama ini tanpasaya tahu apa namanya, apa yang saya lakukan sudah masuk kedalam complimenting strangers yaa.. yeee... Senengnya bisa membuat orang lian bahagia setiap hari, sesuai dengan pekerjaan saya, perawat :)

    ReplyDelete
  8. Memuji orang lain atas apa yang telah ia capai itu memberikan ia semangat. Untuk yang sudah punya anak, pastinya mengerti konsep ini, tapi jangan terlalu berlebihan juga. Entahlah yang sudah mengalami yang lebih paham, ehehe.

    ReplyDelete
  9. Wah saya pernah punya pengalaman mirip2 kak Okta sama guru EAP-nya. Saat pembagian nilai ujian matematika dan giliran punya saya, Ibu Guru bilang kalau penyelesaian soal yang saya lakukan itu runtut dan bagus banget. Cocok kalau jadi guru. Pengalaman yang sampai saat ini masih terngiang2. Rasanya nyaman dan tenang gitu bahwa apa yang kita lakukan walau kecil sesimple nyelesaiin ujian aja bisa dapet apresiasi di depan orang banyak malahan. Hehe.

    ReplyDelete
  10. Mba Okta, tulisannya bagus. Menguatkan untuk lebih sering memuji orang lain. Walaupun saya tipe yang gampang bilang makasih dan muji orang, kadang-kadang mikir kalau aku muji gini nggak bakal dianggap menjilat kan ya atau nggak berasa aneh kan ya? gitu-gitu

    ReplyDelete
  11. Suka banget kalo ada yng mengapreasi diriku,, merasa senang pikiran tenang dan merinding gembira serius ini susah buat ku jelasin ketika ada yang mengapreasi,,

    ReplyDelete
  12. Mbak Okta~~ tulisanmu kok menyentuhku sih.. hehehe..
    Beberapa tulisanmu aku bookmark. Salah satunya hal yang bisa tapi mau itu.
    Sejujurnya suka sekali dan ini juga aku baru tahu ada istilah Compliment stranger. Sering kita dapet ini tapi kadang nggak melakukannya karena dianggap "cari muka" syedih.. tapi dibalik pujian sederhana ada sesuatu yang berharga 'kan. Yaitu penghargaan kesesama. Tapi tetep dalam koridor yang semestinya ya.. ������

    ReplyDelete
  13. jujur saya sering sekali menghargai karya temen saya dan memberi dukungan kepadanya tnpa mengharaap dipuji balik, entah mungkin emang kebiasaan ya hehe, jadi seneng aja ujung-ujungnya.

    ReplyDelete
  14. Setiap dapat hal seperti itu dar orang lain, suka diam dan kepikiran sejenak "Makasi banget Ya Allah. Ada orang yang kau titipkan untuk menyempatkan diri untuk menyemangati orang lain". Sring terharu malah...

    ReplyDelete
  15. Betul, pujian bisa membuat orang bahagia dan semamgat, asalkan tidak berlebihan dan masih berkenan di hati yang dipuji 😊

    ReplyDelete
  16. Memuji dengan tulus itu, selain bikin seneng orang lain, juga bikin hati kita ikut bahagia.. Makasih remindernya Kak..

    ReplyDelete
  17. Ahh, aku juga pernah merasakan itu kak. Ternyata seseneng ituu, keliatan kan orang memuji dengan tulus, apalagi dia stranger. Aw its sweet <3

    ReplyDelete

Post a Comment